Tampilkan postingan dengan label Hari Besar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari Besar. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2015

Hari Demam Berdarah Degue


Sekitar 14.800 hasil (0,29 detik) 

Hasil Telusur

  1. Gambar kisah untuk demam berdarah dari Tribun Kaltim

    Ini Manfaat Topi Anti Demam Berdarah Dengue

    Tribun Kaltim-27 Mei 2015
    Salah satu warga pesisir memberikan topi anti DBD, sebagai cinderamata pada Jamaluddin, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan ...
  2. Gambar kisah untuk demam berdarah dari Klik Bekasi

    Cegah Demam Berdarah, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi ...

    Klik Bekasi-24 Mei 2015
    Dari data tersebut, ternyata ditemukan bahwa ada tiga orang yang terkena penyakit demam berdarah. Dari sinilah kemudian PDI Perjuangan ...
  3. Gambar kisah untuk demam berdarah dari Republika Online

    Meski Sakit Demam Berdarah, Ketua Pansel KPK Temui Presiden ...

    Republika Online-25 Mei 2015
    Usai bertemu dengan Presiden Jokowi, Destry mengatakan jika ia tengah menderita sakit demam berdarah. Bahkan sudah enam hari terakhir, ...
  4. Gambar kisah untuk demam berdarah dari Jaring News

    Kasus Demam Berdarah di Brazil Melonjak Drastis

    Jaring News-4 Mei 2015
    SAO PAULO, Jaringnews.com - Kasus demam berdarah telah melonjak di Brazil dimana penyakit ini telah menyebabkan 229 korban jiwa ...
  5. Gambar kisah untuk demam berdarah dari Suara Pembaruan

    Dinkes Penajam Temukan 130 Kasus DBD

    Suara Pembaruan-24 Mei 2015
    "Curah hujan di wilayah Penajam Paser Utara cukup tinggi mengakibatkan kasus demam berdarah semakin meningkat. Hingga pekan ketiga ...

Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Jumat, 05 Juni 2015

hari lingkungan hidup sedunia

SEID Kenalkan Hutan Kalimantan ke Siswa SMP



Masih dalam rangka memperingati hari Keanekaragaman Hayati Sedunia yang jatuh setiap tanggal 22 Mei dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tangga 3 Juni. PT Sharp Electronics Indonesia (PT SEID) kembali menyelenggarakan kegiatan dalam bidang lingkungan guna melindungi dan melestarikan keberadaan keanekaragaman hayati Indonesia.

Sebagai salah satu agenda kunjungan Sharp Kualitas Takumi Roadshow ke pulau Kalimantan. PT SEID ingin berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran dan kecintaan masyarakat dan pelajar Kota Banjarmasin terhadap fungsi hutan dan pelestarian keragaman makhluk hidup yang ada di dalamnya. Karena, menurut data yang dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan, luas hutan di pulau Kalimantan sebelumnya mencapai sekitar 40,8 juta hektare, namun di tahun 2000 sampai dengan 2005 mengalami deforestasi sekitar 1,23 juta hektare. Ini berarti sekitar 673 hektarehutan di Kalimantan mengalami deforestasi setiap harinya pada periode tersebut.*

Dilatar belakangi hal tersebut, PT SEID menggelar kegiatan berwawasan lingkungan bertajuk 'Pendidikan Mengenai Pelestarian Lingkungan' yang diadakan di Taman Hutan Raya (TAHURA) Sultan Adam, Banjarmasin.  Bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, SHARP mengundang siswa/i SMPN 2 Karang Intan, Banjarmasin dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa sekolah dan masyarakat akan pentingnya menjaga hutan demi pelestarian keanekaragaman hayati.

"Diharapkan anak-anak ini semakin mengenal ekosistem hutan secara benar dan dapat merasakan lebih dekat maanfaatnya sehingga akan menumbuhkan rasa cinta dan tanggungjawab generasi muda terhadap kelestarian lingkungan hidup khususnya hutan tropis Kalimantan," jelas Pandu Setio selaku PR, CSR & Promotion Manager, PT SHARP Electronics Indonesia dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (1/6).

Para pelajar dari SMPN 2 Karang Intan Banjarmasin diajak untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga pelestarian lingkungan dan hutan sebagai kontribusi mereka kepada bumi, yaitu dengan melakukan penanaman pohon asli Kalimantan seperti Balangeran (Shorea balangeran) dan jenis-jenis tanaman potensial lainnya seperti Mahoni (Swietenia mahagoni) dan Pterocarpus indicus(Angsana).

Para siswa juga diajak untuk belajar teknik perbanyakan tanaman dengan cara kultur jaringan dan belajar aklimatisasi tanamana dari hasil kultur. Jenis yang dipilih adalah tanaman anggrek sebagai salah satu upaya pembudidayaan dan pelestariannya karena budidaya anggrek cukup sulit dan membutuhkan waktu yang lama. [rus]

Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Rabu, 03 Juni 2015

Hari Pasar modal

3 Juni adalah hari Pasar Modal, berikut tentang pasar modal

Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.[1] Pasar Modal menyediakan berbagai alternatif bagi para investor selain alternatif investasi lainnya, seperti: menabung di bank, membeli emas, asuransi, tanah dan bangunan, dan sebagainya. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen melalui jangka panjang seperti obligasi, saham, dan lainnya. Berlangsungnya fungsi pasar modal (Bruce Lliyd, 1976), adalah meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan "kriteria pasarnya" secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan.


Sumber artikel : http://id.wikipedia.org
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Selasa, 02 Juni 2015

Hari Raya Waisak

Selamat Hari Raya Waisak




Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Minggu, 31 Mei 2015

Hari Anti Tembakau Internasional



Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati di seluruh dunia setiap tahun pada tanggal 31 Mei. Gerakan ini menyerukan para perokok agar berpuasa tidak merokok (mengisap tembakau) selama 24 jam serentak di seluruh dunia. Hari ini bertujuan untuk menarik perhatian dunia mengenai menyebarluasnya kebiasaan merokok dan dampak buruknya terhadap kesehatan. Diperkirakan kebiasaan merokok setiap tahunnya menyebabkan kematian sebanyak 5,4 juta jiwa. Negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencetuskan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini pada tahun 1987. Dalam satu dasawarsa terakhir, gerakan ini menuai reaksi baik berupa dukungan dari pemerintah, aktivis kesehatan, dan organisasi kesehatan masyarakat, ataupun tentangan dari para perokok, petani tembakau, dan industri rokok.

Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Jumat, 29 Mei 2015

Peringatan hari keluarga

Sejarah Hari Keluarga
Walaupun Indonesia sudah merdeka namun pada tahun 1949 situasi bangsa kita belum begitu kondusif. Kondisi ini menuntut diberlakukannya wajib militer bagi rakyat Indonesia dan menuntut mereka untuk berpisah dengan keluarga, termasuk diantaranya Letkol Soeharto (alm, mantan presiden RI) yang pada saat itu sebagai Komandan Gerilya di Yogyakarta. Melalui perjuangan yang gigih maka akhirnya pada tanggal 22 Juni Belanda menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia secara utuh. Seminggu setelah itu, tepatnya 29 Juni tentara pejuang termasuk Soeharto dapat berkumpul kembali pada keluarganya. Letkol Soeharto memberikan laporan kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX bahwa seluruh keluarga yang berjuang dan bersembunyi di berbagai tempat, telah kembali kepada keluarganya masing-masing. Laporan Soeharto inilah yang kemudian dijadikan tanda resmi masyarakat Indonesia telah berkumpul kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Momentum inilah yang kita baca dalam sejarah yang melandasi lahirnya Hari keluarga.

Dari sejarah tercatat pula bahwa pada tanggal 29 Juni 1970 merupakan puncak kristalisasi semangat pejuang Keluarga Berencana (KB) untuk memperkuat dan memperluas program KB sehingga tanggal tersebut dikenal pula dengan tanggal dimulainya Gerakan KB Nasional. Jadi jelas lahirnya Hari Keluarga di Indonesia ditandai dengan dimulainya hari kebangkitan; bangkitnya kesadaran keluarga untuk membangun dirinya ke arah keluarga kecil melalui Keluarga Berencana (KB). Maka tidak heran bila peringatan Hari Keluarga selalu dipelopori oleh BKKBN sebagai lembaga pemerintah non-departemen yang mengurusi bidang keluarga berencana, dan Tim Penggerak PKK selaku gerakan masyarakat di semua lapisan wilayah.

Pencanangan Hari Keluarga sendiri dilaksanakan oleh Presiden RI, Soeharto, pada tanggal 29 Juni 1993 di provinsi Lampung. Terpilihnya Lampung saat itu diyakini bahwa Lampung sebagai miniatur Indonesia yang mempunyai penduduk dari berbagai suku bangsa.



Sumber artikel : http://dkijakarta.bkkbn.go.id/
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Kamis, 21 Mei 2015

Peringatan Reformasi


[JAKARTA] Sejumlah 26 organisasi, yang mengaku sebagai bagian aktifis gerakan reformasi 1998, akan menggelar rangkaian acara peringatan 17 tahun reformasi. Acara yang bertajuk Sweet Seventeenth Reformasi itu bertujuan untuk mengingatkan kembali bahwa cita-cita reformasi belum selesai.
Salah seorang aktivis 1998 yang juga Sekjen Aliansi Masyarakat untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Hendrik Dikson Sirait mengatakan, acara peringatan tersebut akan digelar di Tugu Proklamasi pada 21 Mei.
Hendrik melanjutkan, secara konsepsi semangat reformasi sudah tertuang dalam tujuh program nawacita Presiden Joko Widodo. Untuk itu acara ini juga sekaligus mengukuhkan dukungan kepada Jokowi, yang menurut mereka sebagai pemimpin reformasi yang selama 17 tahun dinanti masyarakat Indonesia terhadap perubahan.
"Untuk itu, 21 Mei mendatang kami ingin memberikan opini alternatif tentang kepemimpinan Jokowi, tentang kenapa kita tetap setia mengawal Jokowi. Karena pemerintah ini relatif baru, kami masih tetap percaya Jokowi menjalankan agenda reformasi yang tertuang lewat Nawacita," katanya dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (17/05).
Acara ini juga merupakan sebagai bentuk rasa percaya aktivis 1998 terhadap pemerintahan Jokowi yang menurut mereka masih seumur jagung. Hendrik mengatakan siapa pun yang menentang Jokowi terlebih di masa enam bulan pemerintahan ini menyebarkan opini yang mendelegetimasi pemerintahan Jokowi merupakan wujud dari anti reformasi.
"Kalau ada yang tidak suka dengan Jokowi maka mereka berhadapan dengan para aktifis reformasi," imbuhnya. [HIZ/N-6]

Sumber artikel :http://sp.beritasatu.com
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Rabu, 20 Mei 2015

Hari Kebangkitan Nasional

Pada hari Minggu, 20 Mei 1908, pada pukul sembilan pagi, bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, Soetomo menjelaskan gagasannya. Dia menyatakan bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka. Maka lahirlah Boedi Oetomo. Namun, para pemuda juga menyadari bahwa tugas mereka sebagai mahasiswa kedokteran masih banyak, di samping harus berorganisasi. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa "kaum tua" yang harus memimpin Budi Utomo, sedangkan para pemuda sendiri akan menjadi motor yang akan menggerakkan organisasi itu.
Sepuluh tahun pertama Budi Utomo mengalami beberapa kali pergantian pemimpin organisasi. Kebanyakan memang para pemimpin berasal kalangan "priayi" atau para bangsawan dari kalangan keraton, seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo, mantan Bupati Karanganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman.


Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Selasa, 19 Mei 2015

Veteran

Veteran (dari bahasa Latin vetus, tua) ialah orang yang pernah memiliki pengalaman di bidang militer ataupun penegakan hukum.
```Veteran Republik Indonesia```[1] adalah warga negara Indonesia yang bergabung dalam kesatuan bersenjata resmi yang diakui oleh pemerintah yang berperan secara aktif dalam suatu peperangan menghadapi negara lain dan/atau gugur dalam pertempuran untuk membela dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, atau warga negara Indonesia yang ikut serta secara aktif dalam pasukan internasional di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melaksanakan misi perdamaian dunia,yang telah ditetapkan sebagai penerima Tanda Kehormatan Veteran Republik Indonesia.
Pemberian Tanda Kehormatan Veteran Republik Indonesia sebagai penghargaan dan penghormatan negara yang diberikan oleh Presiden kepada warga negara Indonesia yang telah berjuang, membela, dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan/atau ikut melaksanakan perdamaian dunia.
Presiden Republik Indonesia menetapkan tanggal 10 Agustus sebagai Hari Veteran Nasional[2] dan dinyatakan bukan hari libur. Peringatan Hari veteran Nasional dimaksudkan untuk mengenang gencatan senjata pada tanggal 10 Agustus 1949 setelah para Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia melawan Tentara Belanda.


Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Jumat, 24 April 2015

Hari Angkutan Nasional



Angkutan atau sarana transportasi bukan hanya menjadi alat bantu saja. Akan tetapi menjadi sangat vital apabila dihubungkan dengan proses pengembangan dan pembangunan wilayah. Selanjutnya apabila membandingkan tentang kondisi transportasi umum di negara kita memang stake holder kita harus banyak belajar dan meneladani totalitas bentuk bernama pelayanan.

Berbicara masalah pelayanan angkutan transportasi umum kita pasti pernah membaca sejarah atau informasi entah lewat media massa maupun buku bahwa tanggal 24 April diperingati sebagai hari angkutan nasional. Ironisnya banyak insan perhubungan atau pun pelaku transportasi tidak mengetahui hal tersebut. Meskipun di Departemen Perhubungan sendiri lebih mengenal Hari Perhubungan Nasional yang jatuh pada tanggal 17 September.

Sayang sekali. Informasi tentang Hari Angkutan Nasional sendiri sangat sulit untuk didapatkan. Minimal dengan mengetahui informasi tersebut kita menjadi lebih tahu makna di balik peranan transportasi umum bagi sebuah bangsa.Terlepas dari kapan Hari Angkutan Nasional itu di selenggarakan perlu sekali diperhatikan esensi yang belum bisa dipecahkan oleh kita bersama menyangkut urgenitas sarana angkutan. Yaitu, penyediaan sarana transportasi umum yang nyaman dan aman bagi masyarakat.

Padahal hal tersebut merupakan hal yang vital di samping sarana infrastruktur pendukung lainnya demi memaksimalkan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan pemerintahan.

Mudah-mudahan dengan momen Hari Angkutan Nasional ini transportasi umum kita menjadi lebih baik dan lebih manusiawi lagi ke depan. Serta mimpi kita bisa menikmati layanan transportasi yang aman dan nyaman bisa terwujud. Amin. (LLJ)

Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Rabu, 22 April 2015

Hari Bumi Sedunia

Hari ini 22 April 2015 adalah hari Bumi, apakah makna hari bumi?, berikut ulasan tentang hari bumi

bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet

Hari Bumi Sedunia merupakan hari pengamatan tentang bumi yang diperingati secara internasional setiap tahunnya pada tanggal 22 April. Hari Bumi pada awalnya bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet yang ditinggali oleh manusia saat ini yaitu bumi. Pertama kali dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson, pada tahun 1970. Dia adalah seorang pengajar di bidang disiplin ilmu lingkungan hidup. Tanggal ini sebenarnya bertepatan dengan waktu musim semi di daerah Northern Hemisphere pada belahan Bumi utara dan waktu musim gugur pada belahan Bumi selatan.
United Nation (UN) atau PBB memperingati hari Bumi sedunia pada tanggal 20 Maret yang merupakan sebuah tradisi dari aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969. Tanggal tersebut merupakan hari dimana matahari berada tepat di atas khatulistiwa atau dikenal dengan istilah Ekuinoks Maret. Saat ini hari bumi diperingati oleh 175 negara dan secara global telah dikoordinasi oleh Jaringan Hari Bumi atau Earth Day Network.
Di Indonesia, peringatan atau perayaan Hari Bumi sebenarnya belum banyak diketahui oleh kalangan masyarakat. Hal ini berbanding terbalik dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang selalu diperingati setiap tanggal 5 Juni. Pada dasarnya memang tidak terdapat perbedaan antara Hari Bumi Sedunia dengan Hari Lingkungan Sedunia. Hal yang paling membedakan antara dua hari besar itu adalah sejarahnya saja.
Hari Bumi awalnya diprakarsai oleh masyarakat serta diperingati oleh LSM dan organisasi di bidang pelestarian lingkungan hidup, sedangkan Hari Lingkungan Sedunia diperingati berdasarkan Konferensi UN tentang Lingkungan hidup yang berlangsung pada 5 Juni 1972 di Stockholm.  Tanggal konferensi tersebut kemudian ditetapkan menjadi Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Indonesia berpartisipasi dalam konferensi tersebut dan diwakili oleh Prof. Emil Salim yang menjabat sebagai Kepala Bappenas. Hari Lingkungan Hidup Sedunia dianggap lebih resmi dan sering diperingati oleh masyarakat maupun pemerintah di sejumlah negara di dunia. Tujuan dasar dari kedua peringatan hari besar tersebut adalah untuk merangsang kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup yang semakin hari semakin rusak.
Hari bumi kebanyakan hanya diketahui dan diperingati para aktifis peduli lingkungan saja di seluruh dunia. Di sisi lain, peringatan hari Bumi sedunia sering dianggap sebagai ajang berkumpulnya para aktivis namun minim tindak lanjut secara nyata di lapangan. Berbagai kerusakan lingkungan hidup di bumi telah menyebabkan penurunan kualitas lingkungan hidup serta mengakibatkan terjadinya berbagai bencana alam seperti longsor, banjir, angin topan, kekeringan, krisis air bersih dan kebakaran hutan. Kerusakan lingkungan disebabkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampak negatifnya pun akan dirasakan oleh manusia juga. Kesadaran masyarakat cenderung menurun untuk menjaga, merawat, serta melestarikan lingkungan hidup. Upaya untuk melestarikan lingkungan hidup tidak hanya tanggung jawab perorangan saja, akan tetapi tanggung jawab dari semua pihak yang hidup di bumi ini.
Kesadaran untuk melestarikan lingkungan hidup seharusnya ditanamkan sedini mungkin dan harus berkesinambungan atau tak lekang oleh waktu. Hal ini tidak terlepas dari kesadaran sosial yang dapat ditumbuhkan melalui penyuluhan atau pemberian informasi yang lengkap tentang pelestarian lingkungan kepada masayarakat umum. Selain itu, perubahan iklim di bumi sangat sulit untuk dicegah meskipun berbagai upaya antisipasi dan pencegahan telah banyak dilakukan. Keadaan ini memaksa manusia untuk dapat beradaptasi dengan perubahan iklim tersebut. Salah satu caranya  adalah dengan mengubah perilaku yang merusak alam menjadi perilaku yang selalu cinta dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.



Sumber artikel :durex.co.id
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Senin, 20 April 2015

Hari Konsumen Nasional



Tentang HARKONAS
Latar Belakang
Perlindungan konsumen di Indonesia masih menjadi permasalahan yang belum dapat diselesaikan secara efektif dan efisien. Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus sengketa konsumen yang sampai sekarang belum juga tuntas, dan belum lagi berbagai permasalahan yang tidak terlaporkan oleh karena konsumen tidak mengetahui hak dan kewajibannya. Negara berperan penting dalam hal pemberdayaan konsumen karena pihak konsumen seringnya menjadi pihak yang lemah sehingga tidak mampu untuk memperjuangkan kepentingannya. Lebih lanjut, pelaku usaha pada dasarnya berpijak pada prinsip mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dengan biaya seminim mungkin sehingga berpotensi merugikan konsumen, baik langsung maupun tidak langsung.
Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen kemudian ditetapkan pada 20 April 1999 dengan tujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual dalam era demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Menimbang pada UU Perlindungan Konsumen tersebut, ditetapkanlah Keputusan Presiden No. 13 Tahun 2012 tentang Hari Konsumen Nasional. Pencanangan Hari Konsumen Nasional awalnya diselenggarakan oleh Badan Perlindungan Konsumen Nasional pada tanggal 20 April 2012. Selanjutnya, peringatan Hari Konsumen Nasional dilaksanakan oleh Pemerintah dengan koordinasi Direktorat Pemberdayaan Konsumen, Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, Kementerian Perdagangan.

Tujuan Kegiatan

Penetapan Hari Konsumen Nasional ditujukan agar semakin banyak pihak yang termotivasi membangun konsumen yang cerdas dan pelaku usaha yang semakin memiliki etika dalam usahanya. Secara lebih detail, Hari Konsumen Nasional bertujuan:
a.   Sebagai upaya penguatan kesadaran secara masif akan arti pentingnya hak dan kewajiban konsumen serta sebagai pendorong meningkatnya daya saing produk yang dihasilkan pelaku usaha dalam negeri.
b. Menempatkan konsumen pada subyek penentu kegiatan ekonomi sehingga pelaku usaha terdorong untuk dapat memproduksi dan memperdagangkan barang/jasa yang berkualitas serta berdaya saing di era globalisasi.
c. Menempatkan konsumen untuk menjadi agen perubahan dalam posisinya sebagai subyek penentu kegiatan Ekonomi Indonesia.
d. Mendorong pemerintah dalam melaksanakan tugas mengembangkan upaya perlindungan konsumen di Indonesia.
e. Mendorong pembentukan-pembentukan jejaring komunitas perlindungan konsumen.


Sumber artikel :harkonas.id
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share on Facebook

Labels

Agama (31) Alamat (3) Arema (4) Artikel (209) Artis (15) Bencana (17) Berita (239) Bisnis (30) Budaya (49) Budha (3) Cerita Motivasi (20) Desa (6) E-Taiment (5) Ekonomi (9) Elektronik (7) English (2) Foto (15) Gaya Hidup (6) Hari Besar (12) Hindu (3) Hobi (2) Hukum (19) Humor (21) Ilmu (13) Info (249) Infotaimen (21) Internasional (38) Internet (31) Islam (13) Jatim (25) Kab. Malang (61) Karikatur (2) Kata Bijak (5) Kec. Kepanjen (23) Kecantikan (3) Kejawen (1) Kepanjen (10) Kesehatan (50) komentar (2) Komputer (6) Kristen (2) Kuliner (7) Lain-lain (143) Luar Negeri (42) Malang Raya (38) Masakan (6) Music (5) Nasional (225) Olah Raga (69) Opini (2) Otomotiv (16) PDI Perjuangan (10) Pemerintahan (1) Pemilu (7) Penting (3) Permainan (6) Peta (4) Pilbup (7) pnpm (3) Polisi (1) Politik (36) Profil (1) Sejarah (2) sepak bola (3) ser (1) Serba 7 (52) Team (1) Tekno Tepat Guna (20) Teknologi (38) Tips (14) TNI (1) Tokoh (16) Tradisional (4) Trasnsportasi (17) Video (5) Wanita (2) Wisata (22)

geovisite