Tampilkan postingan dengan label Permainan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Permainan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juni 2015

MONOPOLI

Pengen kaya, buat suatu usaha yang memonopoli produksi atau monopoli penjualan, untuk bisa melakukannya maka diawali dengan bermain MONOPOLI

Tau kan ni game? kalo main ini game berasa ane bisa beli apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aja!
berasa tajir Gan.! ente mau beli rumah? ane beliin, jangan kan rumah negara ente aja bisa ane beli akkaka...
gila gak bray.. anak ingusan biasanya ngutang di kantin bisa beli negara
biasanya nih, ane maen ginian jam abis makan siang gitu, lagi panas2nya matahari. duduk depan teras rumah, ajak deh temen2 maen berjam-jam.


Saat ini mainan Monopoli dilakukan melalui HP atau kompiuter seperti ini


Permainan anak-anak
EGRANG
Layangan
Kuda-Pisang
Dakon
Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Selasa, 02 Juni 2015

EGRANG

2. EGRANG

Pada tau kan eggrang, itu loh yang maenannya ente bisa jalan kemana-mana tanpa nyentuh tanah,, alias kaki panjang hahahah
dulu ane maen ini jatoh-jatoh mulu bray.. susah! emang harus seimbang, sekalinya bisa bingung mau berhenti gimana caranya ahhahaha...
kalo sekarang namanya sky jumper, ente bisa lompat-lompat, gk cuma jalan aja




Sumber artikel : http://www.kaskus.co.id/
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Selasa, 26 Mei 2015

Layang-layang

Siapa di antara pembaca yang jadi anak taon 70 an?
ahhaha...jamannya maen petak umpet sampe maghrib dimarahin emak sampe nangis-nangis ingus meler2 ke baju. ngaku aja loo..

Ayo kita kembali ke masa lalu, bernostalgila pada mainan masa lalu, saat kitakita masih kecil dan saat ini sudah nggak banyak mainan ini, walau di beberapa daerah masih cukup banyak

1. LAYANG-LAYANG
Layangan alias layang-layang yang maeinin nya dengan cara diterbangin. seruuuu ye gan!... ane dulu rela ampe kulit item, luka-luka ampe korengan buat kejar layangan putus ,pulang sekolah panas2an trus maen ampe sore,belinya benang gelasan biar bisa putusin layangan musuh ahhahaha....ditempat ane ada istilah Layangan GALBA aliasa ganal banar, artinya gede banget! sekalinya dapet dimuseumin di rumah doang layangannya..
jaman sekarang mungkin anak-anak maennya udah beda, pake remote control.atau yang lagi musim DRONE. noh yang bisa terbang di luar rumah ama di dalam rumah juga

Masa Lalu
Masa Kini


Sumber artikel : http://www.kaskus.co.id/
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Rabu, 14 Maret 2012

Kuda-kudaan Dari Pelepah Pisang

Bagi yang berasal dari desa mungkin akan ingat masa kecil bermain kuda-kudaan dari pelepah pisang, permainan ini mudah dan murah untuk dibuat. Hanya dengan sebatang pelepah pisang dari kebun sudah dapat membuat kuda-kudaan dalam waktu cepat.  Nah untuk kembali bernostalgia mari membuat mainan ini

Karena membuat alat permainan ini sangat mudah, alangkah baiknya jika anak dilibatkan dalam pembuatannya. Berilah motivasi pada setiap anak untuk berani memodifikasi bentuk kuda. Hal ini dapat dipakai untuk membangkitkan kreativitas dan emosional anak. Kelolalah emosional anak dengan terlebih dahulu bercerita yang mengandung nilai pembentukan karakter. Saat anak menunggang "kuda" putarkan musik dengan tempo yang mendukung (lambat, sedang atau cepat). Lihatlah bagaimana masing-masing anak mengekspresikan emosionalnya dalam gerak tari.

Untuk membuat kuda-kudaan pelepah pisang langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Pilih pelepah pisang yang cukup tua dan potong pangkalnya

2. Buang daunnya dengan menggunakan pisau atau golok, sisakan ujungnya untuk ekor
 
3. Kerat ujung pangkalnya berbentuk V (25-30 cm dari ujungnya)

4. Tekukkan ujungnya pada batas V

5. Ambil serat pisang kering dari batang pohon pisang atau dari batang pisang yang ada dan sudah ditebang untuk mengikat

6. Ikat bagian ujung sehingga membentuk kepala kuda

7. Sebelum ikatan dikencangkan, sayat sedikit kiri-kanan dekat keratan bentuk V untuk membuat telinganya

8. Tarik dan kencangkan ikatan
9. Kuda-kudaan  dirapihkan (potong ujung moncongnya jika terlalu panjang) dan siap dipakai
           

Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Kamis, 06 Oktober 2011

Egrang yang menjulang


Dunia anak, adalah dunia yang selalu lekat dengan permainan dan keceriaan. Sayangnya, saat ini anak-anak mulai kehilangan ruang, yang dapat mereka jadikan tempat bermain dengan leluasa dan aman, terlebih bagi anak – anak yang tinggal di perkotaan. Permainan mereka-pun cenderung mengarah kepada permainan modern, yang semuanya serba elektronik, sehingga perlahan – lahan, permainan tradisional anak-anak yang sempat dikenal generasi orang tua mereka, menjadi asing dan tidak lagi mereka kenal.

Sebuah permainan tradisional Indonesia yang sudah tidak ada penggemarnya lagi. Dikalahkan oleh gemuruh permainan luar yang mahal seperti ‘ple stesien’ dan ‘montor remot’.
Egrang ini sebenarnya murah meriah. Hanya diperlukan dua potongan bambu untuk kaki. Untuk alas tempat berpijak bisa dipakai potongan bambu kecil atau kayu. Alas ini kemudian diikat pada bambu dengan ketinggian yang disesuaikan dengan keinginan dan keberanian. Keseimbangan yang baik memang mutlak diperlukan bila tidak ingin jatuh terjerembab dari kaki egrang yang tinggi.
Di pulau bali permainan ini disebut Tajog tapi apala artinya nama yang erpenting permainan ini akan menimbulkan rasa keberanian dan kreatifitas anak tanpa mengurangi kegembiraan bermain lha sukur-sukur kalau bisa dian diajukan ke KONI agar dibuatkan LIGA EGRANG. Ups… koq jadi mimpi gini sih!!



Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.


Rabu, 16 Februari 2011

Lain-lain : Congklak


Permainan congklak menggunakan papan permainan yang memiliki 14 lubang dan 2 lubang induk yang ukurannya lebih besar. Dimainkan oleh 2 orang. Satu lubang induk terletak pada ujung papan dan lubang induk lainnya terletak di ujung lainnya. Di antara kedua lubang induk terdapat 2 baris yang tiap barisnya berisi 7 lubang yang jumlahnya 14 lubang.
Ditempat saya tinggal ini disebut dakon, mainan masa kecil dengan biji dari kerang-kerang kecil. Congklak ini terbuat dari kayu nangka tua. Dan diproses dengan seni pahatan berilustrasikan dua orang yang sedang menggotong benda yang sangat berat sekali.

Cara bermain:

  • Tiap lubang kecil diisi dengan 7 biji yang biasanya terbuat dari kerang atau plastik. Kecuali lubang induk yang dibiarkan kosong. Setelah menentukan siapa yang akan mulai lebih dulu, maka permainan dimulai dengan memilih salah satu lubang dan menyebarkan biji yang ada di lubang tersebut ke tiap lubang lainnya searah jarum jam. Masing-masing lubang diisi dengan 1 biji. Bila biji terakhir jatuh di lubang yang ada biji-bijian lain maka biji yang ada di lubang tersebut diambil lagi untuk diteruskan mengisi lubang-lubang selanjutnya. Jangan lupa untuk mengisikan biji ke lubang induk kita setiap melewatinya. Sedangkan lubang induk lawan tidak perlu diisi.

  • Bila biji terakhir ternyata masuk dalam lubang induk kita, berarti kita bisa memilih lubang lainnya untuk memulai lagi, tetapi bila ternyata saat biji terakhir diletakkan pada salah satu lubang kosong, berarti giliran untuk lawan kita. Bila lubang tempat biji terakhir itu ada di salah satu dari 7 lubang yang ada di baris kita, maka biji yang ada di seberang lubang tersebut beserta 1 biji terakhir yang ada di lubang kosong akan menjadi milik kita dan akan masuk dalam lubang induk kita.

  • Setelah semua baris kosong, maka permainan dimulai lagi dengan mengisi 7 lubang milik kita, masing-masing dengan 7 biji dari biji yang ada di lubang induk kita. Dimulai dari lubang yang terdekat dengan lubang induk, bila tidak mencukupi maka lubang lainnya dibiarkan kosong dan selama permainan tidak boleh diisi.

Sumber artikel : permainan-anak-tradisional

Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share on Facebook

Labels

Agama (31) Alamat (3) Arema (4) Artikel (209) Artis (15) Bencana (17) Berita (239) Bisnis (30) Budaya (49) Budha (3) Cerita Motivasi (20) Desa (6) E-Taiment (5) Ekonomi (9) Elektronik (7) English (2) Foto (15) Gaya Hidup (6) Hari Besar (12) Hindu (3) Hobi (2) Hukum (19) Humor (21) Ilmu (13) Info (249) Infotaimen (21) Internasional (38) Internet (31) Islam (13) Jatim (25) Kab. Malang (61) Karikatur (2) Kata Bijak (5) Kec. Kepanjen (23) Kecantikan (3) Kejawen (1) Kepanjen (10) Kesehatan (50) komentar (2) Komputer (6) Kristen (2) Kuliner (7) Lain-lain (143) Luar Negeri (42) Malang Raya (38) Masakan (6) Music (5) Nasional (225) Olah Raga (69) Opini (2) Otomotiv (16) PDI Perjuangan (10) Pemerintahan (1) Pemilu (7) Penting (3) Permainan (6) Peta (4) Pilbup (7) pnpm (3) Polisi (1) Politik (36) Profil (1) Sejarah (2) sepak bola (3) ser (1) Serba 7 (52) Team (1) Tekno Tepat Guna (20) Teknologi (38) Tips (14) TNI (1) Tokoh (16) Tradisional (4) Trasnsportasi (17) Video (5) Wanita (2) Wisata (22)

geovisite