Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 November 2013

7 Hakim Pembawa Perubahan (7)

Berikut nama-nama Hakim-Hakim yang membawa perubahan di Indonesia, Hakim-Hakim pendobrak yang membuat terobosan hukum. Hakim-Hakim yang membawa perubahan yang baik dalam peradilan di Indonesia

- Krisna Harahap

Hakim ad hoc Tipikor di Mahkamah Agung ("MA"), Krisna Harahap sebenarnya 11-12 dengan Artidjo Alkostar. Prof. Krisna terkenal tak pernah mau kompromi dengan koruptor. Guru Besar Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB) ini konsisten menolak pengajuan Peninjauan Kembali ("PK") yang diajukan oleh kuasa hukum terpidana. (Sumber: Lagi, MA Tidak Terima PK Tanpa Kehadiran Terpidana)

Dia berpendapat sesuai dengan aturan KUHAP, terpidana harus hadir dalam pengajuan PK, tak boleh diwakilkan. Karena, selama ini ada banyak buronan yang lari ke luar negeri tak mau menjalani masa pidana, tetapi mengajukan PK dari suatu tempat yang tak diketahui dengan mewakilkan ke kuasa hukum atau pengacaranya. Sikap Krisna ini akhirnya didukung oleh institusi MA dengan menerbitkan Surat Edaran MA No 1 Tahun 2002 tentang Pengajuan Permohonan PK dalam Perkara Pidana. 


Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Selasa, 12 November 2013

7 Hakim Pembawa Perubahan (6)

Berikut nama-nama Hakim-Hakim yang membawa perubahan di Indonesia, Hakim-Hakim pendobrak yang membuat terobosan hukum. Hakim-Hakim yang membawa perubahan yang baik dalam peradilan di Indonesia

- Jimly Asshiddiqie

Pria kelahiran Palembang, 17 April 1956. Jimly memperoleh gelar sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia ('UI") (1982) dan kemudian menjadi pengajar di almamaternya itu. Pendidikan S-2 (1987) diselesaikan di Fakultas Hukum UI (1987). Gelar Doktor Ilmu Hukum diraih dari Fakultas Pasca Sarjana UI, Sandwich Program kerja sama dengan Rechtssfaculteit Rijks-Universiteit dan Van Voolenhoven Institute, Leiden (1990).

Pada 1998, Jimly diangkat menjadi Guru Besar Penuh Ilmu Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UI dan dipercaya sebagai Ketua dan Penanggungjawab Program Pasca Sarjana Bidang Ilmu Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UI.

Jimly menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi {"MK") selama 2 periode (2003 – 2008). Kepemimpiman Jimly selama dua periode di MK mendapat acungan jempol dari banyak kalangan. Ia dianggap berhasil membangun capacity building sebuah lembaga baru; sebuah pelaku kekuasaan kehakiman modern yang transparan; peradilan konstitusi yang menjadi tumpuan pencari keadilan.

Selama masa kepemimpinannya di MK, bersama koleganya di MK, Jimly merombak sistem peradilan gaya lama dengan menguatkan manajemen administrasi berbasis teknologi informasi. Salah satu konsepnya yang terkenal dan berhasil mengembangkan MK adalah 4 Unsur Peradilan Modern. Pertama adalah enlightened judges, hakim-hakim yang tercerahkan. Unsur kedua, adalah pengelolaan administrasi yang modern. Ketiga, Pengembangan sumber daya manusia atau staf-staf. Dan unsur keempat, sistem informasi hukum.

Saat ini Jimly menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia, 2012-2017. 
 
Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Selasa, 05 November 2013

7 Hakim Pembawa Perubahan (5)

Berikut nama-nama Hakim-Hakim yang membawa perubahan di Indonesia, Hakim-Hakim pendobrak yang membuat terobosan hukum. Hakim-Hakim yang membawa perubahan yang baik dalam peradilan di Indonesia

- Bismar Siregar

Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 1956 ini mengawali karier sebagai jaksa di Kejari Palembang sejak 1957-1959, seperti dikutip dari situs tokohindonesia.com. Karier sebagai hakim dimulai pada 1961 di PN Pangkalpinang. Lalu pada 1969 diangkat sebagai Panitera Mahkamah Agung.

Kemudian pada 1971 diangkat menjadi Ketua di salah satu Pengadilan Negeri Jakarta. Lalu, pada 1981 menjadi hakim tingkat banding di Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung. Setahun kemudian diangkat menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Utara di Medan. Lalu pada 1984 mengucap sumpah sebagai Hakim Agung.

Sosok Bismar dikenal sebagai hakim yang bersih serta mengutamakan nurani pada setiap putusan. Bahkan ketika banyak orang menghujat mantan Presiden Soeharto almarhum, Bismar malah mengirimkan surat berisi empati pada penguasa Indonesia selama 32 tahun itu.

Salah satu putusan alm. Bismar yang terkenal sekaligus kontroversial yaitu saat beliau menjadi Ketua Pengadlan Tinggi Medan. Yaitu Putusan No.144/PID/1983/PT Mdn yang menghukum seorang pria yang menghamilli seorang perempuan dengan tuduhan penipuan, dengan hukuman 3 tahun penjara. Untuk memenuhi unsur penipuan, Bismar menafsirkan bahwa ‘kemaluan perempuan’ dapat disamakan dengan barang. Tapi, putusan ini tak bisa digunakan sebagai dasar karena Mahkamah Agung akhirnya membatalkan putusan yang cukup kontroversial ini.

Bismar Siregar menghembuskan nafas terakhir pada 19 April 2012 di RS Fatmawati, Jakarta.


Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Selasa, 29 Oktober 2013

7 Hakim Pembawa Perubahan (4)



Berikut nama-nama Hakim-Hakim yang membawa perubahan di Indonesia, Hakim-Hakim pendobrak yang membuat terobosan hukum. Hakim-Hakim yang membawa perubahan yang baik dalam peradilan di Indonesia
 
- Benjamin Mangkoedilaga

Nama Benjamin Mangkoedilaga mencuat di tahun 1990an, ketika beliau menangani kasus Majalah Tempo di masa Orde Baru. Saat itu, Majalah Tempo menggugat Surat Keputusan Menteri Penerangan—saat itu dijabat oleh Harmoko—yang mencabut Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) Majalah Tempo.

Pencabutan SIUPP, yang serupa tapi tidak sama dengan pembreidelan, digugat oleh Majalah Tempo ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta. Langkah ini mungkin terdengar pecuma, karena saat itu hakim berada di bawah Departemen Kehakiman, yang notabene dikuasai oleh rezim Orde Baru. Namun, Benjamin, ketua majelis hakim yang menangani kasus Tempo, justru membuat putusan yang mengejutkan banyak pihak.

Benjamin mengambil langkah yang cukup berani pada saat itu, dengan menyatakan SK Menteri Penerangan yang mencabut SIUPP Tempo cacat hukum dan bertentangan dengan UU Pokok Pers. Padahal, institusi kehakiman pada saat itu bisa dibilang hanya menjadi “corong” pemerintah dan seringkali tidak mampu menunjukkan independensinya sebagai salah satu pilar dalam demokrasi.

Keberanian Benjamin untuk menjamin kebebasan berpendapat dan kebebasan pers, serta sikapnya yang tidak takut dengan kesewenang-wenangan penguasa, menjadikannya salah satu hakim yang layak disebut sebagai hakim pendobrak.
Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Selasa, 22 Oktober 2013

7 Hakim Pembawa Perubahan (3)

Berikut nama-nama Hakim-Hakim yang membawa perubahan di Indonesia, Hakim-Hakim pendobrak yang membuat terobosan hukum. Hakim-Hakim yang membawa perubahan yang baik dalam peradilan di Indonesia

- Bagir Manan

Mantan Ketua Mahkamah Agung ("MA") periode 2001-2009 ini meraih sarjana hukumnya di Universitas Padjadjaran ("Unpad") Bandung. Ia lalu menggondol Master of Comparative Law, dari University Law School Dallas, Texas, AS pada 1981. Tahun 1990 ia mendapat gelar doktor dari Unpad.

Soal karir, Bagir Manan pernah menjadi anggota DPRD Kodya Bandung, Staf Ahli Menteri Kehakiman, Direktur Perundang-undangan Departemen Kehakiman, Dirjen Hukum dan Perundang-undangan Departemen Kehakiman.

Di penghujung tahun 2000, Bagir Manan diangkat menjadi hakim agung. Baru beberapa hari menjadi hakim agung, Bagir Manan sudah dapat merasakan aroma koruptif di tubuh MA. Bagi Bagir, sistem birokrasi di MA selama ini tak memungkinkan adanya aliran kerja yang sehat karena manajemen perkara dan administrasi yang buruk. Ia lalu mengusulkan perlunya judicial commision (saat ini terbentuk Komisi Yudisial) untuk mengawasi hakim agung.

Bagir tak butuh waktu lama untuk menjadi orang nomor satu di lembaga peradilan tertinggi di Indonesia itu karena pada 2001 ia terpilih menjadi Ketua MA.

Setelah terpilih sebagai Ketua MA, Bagir langsung memulai program-program pembaharuan di tubuh MA dan lingkungan peradilan di bawahnya. Salah satunya adalah diterbitkannya SK tentang Keterbukaan Informasi di Peradilan yang diteken Bagir pada 2007. Sementara UU Keterbukaan Informasi Publik baru lahir setahun kemudian pada 2008.

Salah satu bentuk keterbukaan informasi peradilan ini adalah lahirnya website www.putusan.net yang kemudian menjadi putusan.mahkamahagung.go.id. Di website itu kita dapat mengakses ribuan putusan tingkat MA dan pengadilan di bawahnya. 


Sumber artikel : Membedah SK KMA Tentang Keterbukaan Informasi di Pengadilan
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Jumat, 18 Oktober 2013

7 TOKOH SEJARAH DUNIA YANG MATI KONYOL (7) dari 7

Sejarah banyak membuktikan aksi-aksi heroik pahlawan berujung dengan kematian yang membanggakan. Dan itulah yang banyak kita ketahui hingga kini. Tetapi, ternyata sejarah juga mencatat bahwa ada beberapa kisah ksatria yang justru berakhir dengan memalukan, bahkan benar-benar memalukan.

Tentunya mereka tidak ingin kematian mereka dikenang untuk dicatat dalam sejarah. Berikut adalah  para ksatria yang mati dengan cara yang konyol dan memalukan 

7. Julien Offray de La Mettrie
Julien Offray de La Mettrie adalah seorang dokter Perancis, filsuf dan orang jenius. Dia percaya bahwa kesenangan sensual (seperti makan dan seks) adalah satu-satunya alasan untuk hidup, sehingga ia memutuskan untuk menjalani hidupnya dengan prinsip itu.

Julien adalah seorang ateis dan percaya bahwa kehidupan di bumi ini hanya sebuah lelucon dan akan berakhir dengan kepuasan diri. Ironisnya, ia meninggal setelah makan terlalu banyak di sebuah pesta yang diadakan oleh pasien yang ia sembuhkan

1. Empedokles
2. Pyrrhus Epirus
3. Eleazar Maccabeus
4. Humphrey de Bohun
5. King Edward II
6. Kaisar Mughal Humayun
7. Julien Offray de La Mettrie

Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Selasa, 15 Oktober 2013

7 Hakim Pembawa Perubahan (2)

Berikut nama-nama Hakim-Hakim yang membawa perubahan di Indonesia, Hakim-Hakim pendobrak yang membuat terobosan hukum. Hakim-Hakim yang membawa perubahan yang baik dalam peradilan di Indonesia

- Artidjo Alkostar

Siapa hakim Mahkamah Agung ("MA") yang paling ditakuti oleh koruptor? Bila ada survey mengenai hal ini, mungkin nama Artidjo Alkostar adalah salah satu yang berada di posisi teratas.

Pria yang mengawali karier hukumnya di Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta ini memang terkenal tak mau kompromi dalam perkara kasus korupsi. Hampir tak ada catatan terdakwa kasus korupsi bisa bebas ditangannya. Artidjo memang patut disebut sebagai “kuburannya” para koruptor.

Kiprahnya dikenal karena berani menyatakan berbeda pendapat dengan anggota majelis hakim yang lain pada perkara mantan Presiden Soeharto dan skandal Bank Bali terdakwa Joko Tjandra. Meski dua hakim agung membebaskan Joko Tjandra di tingkat kasasi, dia berani berbeda pendapat (dissenting opinion).

Kala itu, dissenting opinion (berbeda pendapat) belum terlalu dikenal dalam putusan MA. Namun, Artidjo berani menyatakan sikapnya. Walau kalah ‘suara’ dengan mayoritas anggota majelis, setidaknya pendapatnya bisa didengar oleh publik.

"Ya, dengan begitu orang tidak selalu menganggap saya sebagai pecundang, ha-ha-ha.... Karena, paling tidak pendapat saya ada yang mendukung. Mosok, dari dulu jadi pecundang terus. Sebagai pengacara, saya sering kalah, karena tidak mau menyuap hakim dan jaksa," ujarnya kepada Kompas. (Sumber: http://www.library.ohiou.edu/indopub...7/07/0021.html)

Artidjo juga dikenal paling anti membicarakan perkara yang sedang ditanganinya oleh orang lain. Ini untuk meminimalisir suap. Ia bahkan tak segan-segan mengusir tamu yang melanggar ‘pantangannya’ ini.

Saat ini, Artidjo menjabat sebagai Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA). Ia menggelar diskusi rutin antar hakim di kamar pidana untuk menyamakan persepsi. Uniknya, diskusi ini dilakukan secara terbuka dengan mengundang wartawan, kebiasaan yang sebelumnya jarang dilakukan di MA yang kerap dianggap sebagai “tempat yang gelap”. 


Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Jumat, 11 Oktober 2013

7 TOKOH SEJARAH DUNIA YANG MATI KONYOL (6) dari 7

Sejarah banyak membuktikan aksi-aksi heroik pahlawan berujung dengan kematian yang membanggakan. Dan itulah yang banyak kita ketahui hingga kini. Tetapi, ternyata sejarah juga mencatat bahwa ada beberapa kisah ksatria yang justru berakhir dengan memalukan, bahkan benar-benar memalukan.

Tentunya mereka tidak ingin kematian mereka dikenang untuk dicatat dalam sejarah. Berikut adalah  para ksatria yang mati dengan cara yang konyol dan memalukan

6. Kaisar Mughal Humayun
Kaisar Mughal Humayun adalah penguasa agung yang memerintah Afghanistan, Pakistan, dan bagian utara India dari 1530-1540 dan 1555-1556. Dia adalah seorang pecinta seni dan astronomi. Namun, ia juga sangat religius dan inilah yang menyebabkan ia jatuh (benar-benar terjatuh).

Ketika ia membawa buku dari perpustakaan, Humayun mendengar panggilan doa. Kebiasaannya adalah menumpu-kan satu lutut ketika mendengar panggilan doa kapan pun dan di mana pun ia berada. dan ketika ia menekuk lutut, kakinya tersandung dalam lipatan jubah panjang.

Dia kebetulan sedang berdiri di atas sebuah tangga kecil. Humayun jatuh dari tangga dan kepalanya terbentur hingga tewas seketika.

1. Empedokles
2. Pyrrhus Epirus
3. Eleazar Maccabeus
4. Humphrey de Bohun
5. King Edward II
6. Kaisar Mughal Humayun
7. Julien Offray de La Mettrie

Sumber artikel :kaskus
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Jumat, 04 Oktober 2013

7 TOKOH SEJARAH DUNIA YANG MATI KONYOL (5) dari 7

Sejarah banyak membuktikan aksi-aksi heroik pahlawan berujung dengan kematian yang membanggakan. Dan itulah yang banyak kita ketahui hingga kini. Tetapi, ternyata sejarah juga mencatat bahwa ada beberapa kisah ksatria yang justru berakhir dengan memalukan, bahkan benar-benar memalukan.

Tentunya mereka tidak ingin kematian mereka dikenang untuk dicatat dalam sejarah. Berikut adalah  para ksatria yang mati dengan cara yang konyol dan memalukan  

5. King Edward II
King Edward II memimpin Inggris selama 20 tahun (1307-1327). Ia lebih senang memiliki hubungan khusus dengan pria daripada dengan wanita. Setelah ia turun tahta dan dipenjarakan, istrinya Isabella (yang marah karena hubungan dekat raja dengan seorang pemuda di Royal Court) mengusulkan cara eksekusi yang sedikit aneh.


Pada malam 11 Oktober ketika sedang tertidur di penjara tiba-tiba raja ditangkap dan diseret. Sialnya, ketika memberontak leher sang raja tersangkut tempat tidur dan tercekik. Raja tewas dengan seketika tanpa hukuman.

1. Empedokles
2. Pyrrhus Epirus
3. Eleazar Maccabeus
4. Humphrey de Bohun
5. King Edward II
6. Kaisar Mughal Humayun
7. Julien Offray de La Mettrie

Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Jumat, 27 September 2013

7 TOKOH SEJARAH DUNIA YANG MATI KONYOL (4) dari 7


Sejarah banyak membuktikan aksi-aksi heroik pahlawan berujung dengan kematian yang membanggakan. Dan itulah yang banyak kita ketahui hingga kini. Tetapi, ternyata sejarah juga mencatat bahwa ada beberapa kisah ksatria yang justru berakhir dengan memalukan, bahkan benar-benar memalukan.

Tentunya mereka tidak ingin kematian mereka dikenang untuk dicatat dalam sejarah. Berikut adalah  para ksatria yang mati dengan cara yang konyol dan memalukan 

4. Humphrey de Bohun
Humphrey de Bohun adalah anggota kerluarga Anglo-Norman di Inggris. Ia mendapat perintah dari Raja Edward II untuk memimpin pasukan dalam Pertempuran Boroughbridge melawan Harclay, Humphrey de Bohun tewas dengan cara yang benar-benar konyol.

Humphrey de Bohun memimpin pertarungan di sebuah jembatan kayu. Lalu salah seorang dari Harclay's pikemen bersembunyi di bawah jembatan, ia mendorong tombak ke atas jembatan diantara jepitan papan kayu. Secara tidak sengaja, tombak tersebut tepat mengenai anus Humphrey. Humphrey de Bohun tewas dan para prajuritnya panik melarikan diri.


Sumber artikel : kaskus
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Jumat, 20 September 2013

7 TOKOH SEJARAH DUNIA YANG MATI KONYOL (3) dari 7

Sejarah banyak membuktikan aksi-aksi heroik pahlawan berujung dengan kematian yang membanggakan. Dan itulah yang banyak kita ketahui hingga kini. Tetapi, ternyata sejarah juga mencatat bahwa ada beberapa kisah ksatria yang justru berakhir dengan memalukan, bahkan benar-benar memalukan.

Tentunya mereka tidak ingin kematian mereka dikenang untuk dicatat dalam sejarah. Berikut adalah  para ksatria yang mati dengan cara yang konyol dan memalukan  

3. Eleazar Maccabeus
Kematian Eleazar Maccabeus dikisahkan dalam kitab Perjanjian Lama "I Maccabeus". Dalam Pertempuran Beth-Zakharia, Eleazar melihat musuh bebuyutannya, Raja Antiokhus V menunggang gajah. Kemudian ia berfikir untuk melakukan aksi heroik dengan membunuh gajah dan raja Antiokhus.


Eleazar melompat di bawah gajah dan menika perut gajah dengan tombak. Apa yang selanjutnya terjadi? Gajah yang mati jatuh tepat di atas Eleazar dan membunuhnya dengan seketika.


Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Jumat, 13 September 2013

7 TOKOH SEJARAH DUNIA YANG MATI KONYOL (2) dari 7


Sejarah banyak membuktikan aksi-aksi heroik pahlawan berujung dengan kematian yang membanggakan. Dan itulah yang banyak kita ketahui hingga kini. Tetapi, ternyata sejarah juga mencatat bahwa ada beberapa kisah ksatria yang justru berakhir dengan memalukan, bahkan benar-benar memalukan.

Tentunya mereka tidak ingin kematian mereka dikenang untuk dicatat dalam sejarah. Berikut adalah  para ksatria yang mati dengan cara yang konyol dan memalukan     

2. Pyrrhus Epirus
Pyrrhus Epirus adalah salah satu penakluk terbesar dalam sejarah. Puluhan kerajaan telah ia taklukan. Sampai pada saatnya Pyrrhus ditugaskan oleh Cleonymus untuk mengalahkan Sparta dan dijanjikan tahta Sparta


Tapi Pyrrhus lupa akan kehebatan Spartan. Ia dikalahkan prajurit Spartan, sehingga ia pindah ke Argos. Sialnya, ketika ia memasuki kota melalui jalan-jalan sempit dengan menunggangi gajah, seorang perempuan tua yang tidak senang dengan konflik yang telah ia ciptakan, melemparkan genteng ke arahnya dari balkon. Pyrrhus tewas dalam seketika.

Sumber artikel : kaskus
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Jumat, 06 September 2013

7 TOKOH SEJARAH DUNIA YANG MATI KONYOL (1) dari 7


Sejarah banyak membuktikan aksi-aksi heroik pahlawan berujung dengan kematian yang membanggakan. Dan itulah yang banyak kita ketahui hingga kini. Tetapi, ternyata sejarah juga mencatat bahwa ada beberapa kisah ksatria yang justru berakhir dengan memalukan, bahkan benar-benar memalukan.

Tentunya mereka tidak ingin kematian mereka dikenang untuk dicatat dalam sejarah. Berikut adalah  para ksatria yang mati dengan cara yang konyol dan memalukan    
.
1. Empedokles
   
Empedokles adalah seorang filsuf Yunani yang paling dikenal karena teori klasik dari empat elemen. Dikatakan bahwa Empedokles melemparkan dirinya ke gunung berapi aktif Etna di Sisilia untuk membodohi para pengikutnya agar percaya bahwa tubuhnya telah menghilang ke langit, dan ia akan terlahir kembali sebagai dewa.

Sayangnya, salah satu sandalnya tersangkut dan tidak ikut terlempar ke gunung berapi, kemudian ditemukan oleh para pengikutnya. Saat itu para pengikutnya sadar bahwa mereka telah dibohongi oleh orang bodoh.


Sumber artikel : kaskus
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Sabtu, 22 Oktober 2011

Jennifer Bachdim hamil ?


MALANG - Kim Jeffrey Kurniawan, menyatakan Jennifer Bachdim hamil sekitar empat bulan karena dia melihat perut sang kakak sudah mulai membuncit.
Saat ditemui ketika mengikuti latihan Persema, Kim tidak tahu banyak soal perkembangan kehamilan kakak kandungnya. Ia pun tidak bisa memperkirakan saat melahirkan.
"Saya tidak tahu kapan dia akan melahirkan. Kalau dua bulan lagi melahirkan, saya kira tidak mungkin, mungkin usia kehamilannya baru empat bulan," ucap Kim saat itu.
Selama ini dirinya memang jarang berkomunikasi dengan Jennifer maupun Irfan.
Bahkan, selama Jennifer mengandung, ia tidak pernah memegang perut kakaknya untuk merasakan "tendangan" calon keponakannya itu.
"Kalau soal itu, saya tidak pernah melakukannya. Saya hanya tahu kalau perutnya sudah mulai membesar," tambahnya sambil tertawa.
Irfan Bachdim dan Jennifer menikah di Jerman 8 Juli 2011 lalu, meski sempat mendapat tantangan dari pihak keluarga Irfan di Indonesia, namun kedua sejoli ini tetap melangsungkan pernikahan.



Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Selasa, 11 Januari 2011

TOKOH : Daoed Joesoef Tolah Bakrie Award


Daoed Joesoef. (Foto: flickr.com)
TIBA-TIBA saja nama mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef mencuat sekira akhir Juli kemarin. Sosok mantan pejabat di era kepemimpinan Soeharto ini membuat sebuah keputusan yang sedikit orang mau melakukannya.

Daoed menolak sebuah penghargaan dengan kategori pemikiran sosial yang diberikan oleh Freedom Institute. Sebuah penghargaan yang diberi nama Bakrie Award 2010. Padahal selain penghargaan, Daoed juga bakal menerima sejumlah uang.

Apa alasannya?

"Alasan saya menolak karena nurani saya tidak bisa menerima. Ya Bakrie itu kan yang menimbulkan bencana lumpur Lapindo. Itu kan karena usaha bisnisnya itu," ujar Daoed Joesoef kepada okezone saat ditemui di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, akhir Juli 2010.

Penolakan tersebut diungkap Daoed tanpa perlu berpikir lama-lama dan matang. Sejak pertama kali dihubungi oleh pihak penyelenggara Bakrie Award, Daoed dengan tegas telah menolaknya. Bahkan sikap itu tidak berubah, manakala utusan Bakrie Award mendatangi rumahnya yang berada di Jalan Bangka Dalam, Jakarta Selatan.

Dia juga menegaskan bahwa penolakan yang disampaikannya tersebut murni dari dirinya sendiri tanpa ada pengaruh apapun dan dari siapapun. Namun demikian dirinya tetap berterima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Freedom Institute.

"Saya katakan dari dulu sampai sekarang, saya berani melawan apa saja kecuali melawan nurani saya. Kalau nurani saya mengatakan tidak, maka saya harus berani katakan tidak," tegasnya.

Bersama Daoed, sastrawan Sitor Situmorang juga diberitakan menolak penghargaan yang disponsori oleh Yayasan Bakrie itu. Daoed dan Sitor merupakan dua tokoh yang mengikuti jejak Frans Magnis Suseno dan Gunawan Muhammad yang menolak dan mengembalikan penghargaan setahun sekali itu.

Begitulah ketegasan pria kelahiran Medan 8 Agustus 1926 silam. Walaupun usianya telah menginjak 83 tahun, ketegasan Daoed tidak berkurang.  Dulu, pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS) ini sangat dikenal ketegasannya dalam dunia kampus. Saat itu Daoed mengeluarkan kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) yang bertujuan untuk membersihkan kampus dari kegiatan-kegiatan berpolitik.

Saat itu, Daoed berpendapat tugas utama mahasiswa adalah belajar bukan berkegiatan politik. Kegiatan politik hanya boleh dilakukan di luar kampus. Tindak lanjutnya, mantan menteri di Kabinet Pembangunan III 1978-1983 ini menghapuskan Dewan Mahasiswa di universitas-universitas di seluruh Indonesia, yang kemudian praktis melumpuhkan kegiatan politik mahasiswa.

Selepas mengemban jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, kegiatan Daoed tidak lepas dari dunia pendidikan. Bersama putrinya juga, Daoed mendirikan sebuah Sekolah berbasiskan internasional yang diberi nama Sekolah Dasar Kupu-kupu. "Ini tahun keenam, sekarang sudah ada kelas enam dan masing masing satu kelas. Muridnya satu kelas maksimum 24 orang nggak boleh lebih itu, sudah standar UNESCO, fasilitasnya ya ada gedung fasilitas olah raga dan fasilitas bermain," ungkapnya.

Menurutnya, selain mengurus sekolah dasar berstandar internasional, dirinya memiliki kegiatan lain untuk mengisi waktu luangnya. "Saya masih tetap nulis dan membagi pengetahuan di bidang kedokteran, ekonomi, hukum, terutama pendidikan. Saya juga teratur menulis di Suara Pembaruan, dan kadang untuk Kompas," ujar Daoed.

Selain dari kedua kesibukannya membaca dan menulis tersebut, Daoed juga masih memiliki kesibukan lain dalam bidang seni rupa, yaitu melukis. Kesibukannya ini sebenarnya sudah dia tekuninya sejak dirinya hijrah dari kota kelahirannya Medan Sumatra barat pada tahun 1960 lalu. Awalnya pada waktu itu dirinya mengaku bahwa kebiasaanya melukis dia geluti karena semata-mata untuk memenuhi kebutuhan ekonomi pada waktu itu.

Dari pekerjaannya tersebut, bapak satu orang putri ini mendapatkan imbalan berupa uang yang nantinya dipergunakan untuk kebutuhan sehari-harinya. Dirinya mengaku bahwa keahliannya dibidang seni rupa ini bukan merupakan suatu bakat yang diturunkan dari orang tuanya, melainkan kebiasaannya sejak kanak-kanak dulu, semasa penjajahan Belanda.

Lukisan yang biasanya dia torehkan dalam sebuah kanvas tersebut adalah lukisan yang menceritakan keindahan alam yang ada di Indonesia, karena menurutnya imspirasi alam itu merupakan suatu karya yang sangat indah untuk dilukiskan. "Saya senang melukis alam, kan Sumatra pemandangan indah. Semuanya senang, kalau lagi melukis, ya semuanya(keluarganya) melukis," pungkasnya mantan Ketua Dewan Direktur CSIS.

Namun demikian lukisan yang dibuatnya tersebut tidak hanya dia nikmati sendiri melainkan dia tuangkan juga dalam sebuah pameran lukisan besar beberapa tahun yang lalu. Dan dari hasil lukisannya Daoed bisa membangun gedung sekolah dasar di halaman rumahnya di Jalan Bangka VII Dalam Jakarta Selatan.

Sumber artikel : hri
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com

Selasa, 28 Desember 2010

TOKOH : Mengenang Setahun Wafat Gus Dur

BIOGRAFI GUS DUR
Nama : Abdurrahman Wahid (Gus Dur )
lahir di Desa Denanyar, Jombang, Jawa Timur tanggal 7 September 1940, lahir dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Ia lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil. "Addakhil" berarti "Sang Penakluk". Kata "Addakhil" tidak cukup dikenal, dan diganti nama "Wahid", dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur.
Gus" adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak kiai yang berarti "abang" atau "mas.
Lahir dari keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas muslim Jawa Timur.
Kakek dari ayahnya adalah KH Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU)
kakek dari pihak ibu, KH Bisri Syansuri adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan.
Ayah Gus Dur, yaitu KH Wahid Hasyim, terlibat dalam gerakan nasionalis dan menjadi Menteri Agama pada tahun 1949. Ibunya, Ny Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang.
Pada tahun 1944, Wahid pindah dari Jombang ke Jakarta, tempat ayahnya terpilih menjadi Ketua I Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), 17 Agustus 1945, Gus Dur kembali ke Jombang dan tetap berada di sana selama perang kemerdekaan Indonesia melawan Belanda.
Pada akhir tahun 1949, Wahid pindah ke Jakarta, dan ayahnya ditunjuk menjadi Menteri Agama. Abdurrahman Wahid belajar di Jakarta, masuk ke SD KRIS sebelum pindah ke SD Matraman Perwari.
Pada April 1953, ayah Wahid meninggal dunia akibat kecelakaan mobil.
Tahun 1954, ia masuk ke Sekolah Menengah Pertama. Pada tahun itu, ia tidak naik kelas. Ibunya lalu mengirim Gus Dur ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikannya.
Pada tahun 1957, lulus dari SMP, Wahid pindah ke Magelang untuk memulai Pendidikan Muslim di Pesantren Tegalrejo
Didikan Luar Negeri
Pada tahun 1963, menerima beasiswa dari Kementerian Agama RI untuk belajar di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir.
Pada tahun 1966, Pendidikan prasarjana beasiswa di Universitas Baghdad
Tahun 1970, belajar di Universitas Leiden, Jerman dan Perancis sebelum kembali ke Indonesia tahun 1971.
Karir Awal
Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES),dan mendirikan majalah prisma, kemudian meneruskan karirnya sebagai jurnalis, dan menulis untuk majalah Tempo dan koran Kompas.lalu ia mulai mengembangkan reputasinya sebagai komentator sosial.
Pada tahun 1974 bekerjaan tambahan di Jombang sebagai guru di Pesantren Tambakberas, Satu tahun kemudian, Wahid menambah pekerjaannya dengan menjadi guru Kitab Al Hikam.
Pada tahun 1977, Wahid bergabung ke Universitas Hasyim Asyari sebagai Dekan Fakultas Praktek dan Kepercayaan Islam.
Nahdlatul Ulama
Wahid bergabung Sebagai anggota Dewan Penasehat Agama,setelah kakeknya, Bisri Syansuri, memberinya tawaran ketiga.
Pada pemilihan umum legislatif 1982,adalah pengalaman politik pertamanya berkampanye untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Pemilu 1999 dan SU MPR

Pada Juni 1999, PKB ikut serta dalam arena pemilu legislatif. PKB memenangi 12 persen suara, sedangkan PDI-P menang dengan raihan 33 persen suara.
Megawati memperkirakan akan memenangkan pemilihan presiden pada SU MPR. Namun PDI-P tidak memiliki mayoritas penuh, sehingga membentuk aliansi dengan PKB.
Pada Juli, Amien Rais membentuk Poros Tengah, berisi koalisi partai-partai Islam. Poros Tengah kemudian mulai menominasikan Gus Dur sebagai kandidat ketiga pada pemilihan presiden, dan komitmen PKB terhadap PDI-P mulai berubah.
Pada 7 Oktober 1999, Amien dan Poros Tengah secara resmi menyatakan Abdurrahman Wahid sebagai calon presiden. Pada 19 Oktober 1999, MPR menolak pidato pertanggungjawaban Habibie, dan Habibie harus mundur dari pemilihan presiden.
Beberapa saat kemudian Akbar Tanjung, Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR menyatakan bahwa Golkar akan mendukung Gus Dur. Pada 20 Oktober 1999, MPR kembali berkumpul dan mulai memilih presiden baru. Abdurrahman Wahid kemudian terpilih sebagai Presiden Indonesia ke-4 dengan 373 suara, sedangkan Megawati hanya meraih 313 suara.
Tidak senang karena calon mereka gagal memenangkan pemilihan, pendukung Megawati mengamuk, dan Gus Dur menyadari bahwa Megawati harus terpilih sebagai wakil presiden.
Setelah meyakinkan Jenderal Wiranto untuk tidak ikut serta dalam pemilihan wakil presiden dan membuat PKB mendukung Megawati, Gus Dur pun berhasil meyakinkan Megawati untuk ikut serta.
Pada 21 Oktober 1999 Megawati ikut dalam pemilihan wakil presiden dan mengalahkan Hamzah Haz dari PPP.

Sumber artikel :http:///tokoh-mengenang-setahun-wafat-gus-dur.html
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share on Facebook

Labels

Agama (31) Alamat (3) Arema (4) Artikel (209) Artis (15) Bencana (17) Berita (239) Bisnis (30) Budaya (49) Budha (3) Cerita Motivasi (20) Desa (6) E-Taiment (5) Ekonomi (9) Elektronik (7) English (2) Foto (15) Gaya Hidup (6) Hari Besar (12) Hindu (3) Hobi (2) Hukum (19) Humor (21) Ilmu (13) Info (249) Infotaimen (21) Internasional (38) Internet (31) Islam (13) Jatim (25) Kab. Malang (61) Karikatur (2) Kata Bijak (5) Kec. Kepanjen (23) Kecantikan (3) Kejawen (1) Kepanjen (10) Kesehatan (50) komentar (2) Komputer (6) Kristen (2) Kuliner (7) Lain-lain (143) Luar Negeri (42) Malang Raya (38) Masakan (6) Music (5) Nasional (225) Olah Raga (69) Opini (2) Otomotiv (16) PDI Perjuangan (10) Pemerintahan (1) Pemilu (7) Penting (3) Permainan (6) Peta (4) Pilbup (7) pnpm (3) Polisi (1) Politik (36) Profil (1) Sejarah (2) sepak bola (3) ser (1) Serba 7 (52) Team (1) Tekno Tepat Guna (20) Teknologi (38) Tips (14) TNI (1) Tokoh (16) Tradisional (4) Trasnsportasi (17) Video (5) Wanita (2) Wisata (22)

geovisite