Selasa, 05 Maret 2013

Tahu Sumedang

Tou Fu (dari bahasa Tionghoa, Hokkian "tau hu", yang berarti sama) lambat laun karena lidah Indonesia menjadi nama menjadi "Tahu".

Sekitar tahun 1917 seseorang yang bernama Ong Bung Keng ke Sumedang untuk menyusul orang tuanya Ongkino. Orang tua Ong Bung Keng memiliki usaha pembuatan tahu, dia kemudian melanjutkan usaha orang tuanya yang kembali ke tanah kelahiran mereka di Hokkian, Republik Rakyat Cina.

Ong Bung Keng, terus melanjutkan usaha yang diwariskan dari kedua orang tuanya hingga akhir hayatnya di usia 92 tahun. Usaha itu terus berkembng hingga ke generasi berikutnya, Suryadi cucu Ong Bung Keng mengatakan, Sekitar tahun 1928, konon suatu hari tempat usaha sang kakek buyutnya, Ong Bung Keng, didatangi oleh Bupati Sumedang, Pangeran Soeria Atmadja yang kebetulan tengah melintas dalam perjalanan menuju Situraja.

Bupati Sumedang Pangeran Soeria Atmadja yang melihat seorang kakek sedang menggoreng sesuatu. Dia turun begitu melihat bentuk makanan yang unik dan bau yang harum. Sang bupati, bertanya kepada sang kakek, "Maneh keur ngagoreng naon? (Kamu sedang menggoreng apa?)". Orang tersebut berusaha menjawab sebisanya dan menjelaskan bahwa makanan yang ia goreng berasal dari Tou Fu China. Karena penasaran, Pangeran  mencoba satu. Setelah mencicipi sesaat, dia secara spontan berkata dengan wajah puas, "Enak benar masakan ini! Coba kalau kamu jual, pasti laris!".

Tak lama setelah kejadian ini, Tahu Sumedang digemari oleh penduduk Sumedang dan kemudian sampai ke seluruh Indonesia

Sumber artikel : http://www.kaskus.co.id/profile/aboutme/5162069
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Minggu, 03 Maret 2013

Mulailah dari DIRI Sendiri

WAJAH BARU KERETA API (Tulisan Siang) “Jika anda menginginkan perubahan kecil, ubahlah PERILAKU anda. Namun jika anda menginginkan perubahan besar, ubahlah PARADIGMA anda ”.

Jumat kemarin saya berangkat dari rumah jam 8 pagi mengantar 3 anak balita ke play group. Ada 1 tambahan anak bule si maira sahabat malkia yang sleep over di rumah. Ini hal yang pertama kali bagi kami. Sang anak bule adalah teman sekelas malkia putri bungsu kami. Malkia sendiri sudah beberapa kali menginap di rumah Maira dan sekarang Maira gantian.

Dalam perjalan ke sekolah, ketiga anak ini ingin cepat-cepat sampai. Ingin cepat-cepat main. Entah apa yang mereka ributkan sepanjang jalan tadi, sehingga waktu turun mobil setibanya di sekolah 3 anak langsung lari dengan hanya memberi salam cepat bye ayah..dan satu kalimat baru yang saya dengar bye daddy . eeehmm kedengerannya enak di panggil “daddy” sama tuh anak bule. Sangat dimengeri sih ketiganya semangat langsung berlari karena sepanjang perjalanan mereka sudah ingin main ini, main itu setibanya disekolah. Bahkan mereka berdebat dan berargumen nanti mana yang didulukan mainnya dan siapa yang duluan. Ribut banget isi mobil dengan 3 anak berbahasa inggris campur aduk. Ngak salah kalau ada pameo yang mengatakan three’s a crowd!

Jadi dirumah mendadak ada 3 anak berusia 3-6 tahun wondering around ke sana kemari sejak dari kamisnya. pulang sekolah mendadak anak nambah 1, bule. Jadi sejak kamis hingga berangkat pagi sekolah rumah mendadak berbahasa internasional. Bahasa ingris campur jawa campur Indonesia. Bahkan pasukan bedinde pembokat di belakang tergopoh-gopoh mencoba memahami setiap pertanyaan dan permintaan dari si anak bule ini. Malkia bahkan harus menterjemahkan maksud maira ke para support system dirumah.

Saya sendiri ketika menerima pesan dari istri di rumah kalau “anak kita nambah satu” posisi sedang dalam perjalanan semarang Jakarta. Saya membalas pesan tersebut dengan, amien,asyik, seru!. Benar..bermain dengan anak adalah hiburan tersendiri dimana setelah penat seharian bekerja atau setelah melakukan perjalanan jauh yg melelahkan. Apalagi di tambah perjalanan kemarin yg full tanpa istrihat cukup dan mendapatkan pengalaman baru yang tidak menyamankan.

Seperti kita tahu, pesawat dari Jakarta pasti semuanya pagi karena di kota-kota lain di indoensia support system untuk pelayanan bandara tidak siap. Kapal terbang pasti menginapnya di cengkareng. Kalau di kota lain, tempat menginapnya crew pesawat di tambah fasilitas dan keamanan bandara masih jauh tidak berimbang dibanding cengkareng sehiingga pagi hari anatar jam 5-7 pesawat terbang take oof dari cengkareng keseluruh Indonesia. Kalau dilihat dari bulan, kayak kembang api merekah dengan centrumnya cengkareng, kira-kira gitu deh visualisasinya.

Jadi, bangun jam 3 pagi berangkat ke bandara plus pasti-pastinya begitu sudah menemukan bangku di pesawat, langsung jleb tidur. Mencicil sedikit jam tidur yang kurang. Karena jarak dekat, 1 jam kemudian kapal sudah mendarat di ahmad yani semarang. Kebangun lagi dan langsung menuju stasiun tawang menaiki kereta rajawali jurusan Surabaya dan kami turun di Cepu. Ini yang membuat deg-degan. Karena berita dari team kemarin kereta mogok sehingga di tengah jalan lokomotifnya di ganti, dikirim dari stasiun tawang. Yang terjadi biasanya jarak tempuh 2,5 jam molor jadi 7 jam.

Kalau itu terjadi dengan kami maka jadwal di cepu pastinya bubar dan merepotkan karena pihak mitra sudah menunggu. Ternyata, kereta tepat waktu namun inilah terjadi kesalahan dan terjadi ke-alpha an ( bahasa memperhalus diri sendiri supaya ngak bilang sama diri sendiri bodoh) .

Biasanya ada staf yang sudah mengatur perjalanan sehingga confirm tiket tinggal ambil seating number. Ini tiket kereta rajawali belum di beli sehingga beli di stasiun. Ok..simple toh! Saya pun membeli 2 tiket kelas bisnis, yang di jawab oleh petugas tiket 60.000 per orang pak. Sebenarnya kami ber tiga namun staf produksi sudah beli duluan tiket di indomaret di Jakarta. Note, ini terobosan bisnis yang luar biasa dari KAI dimana tiket kereta bisa beli di semua counter indomaret.

Saya bayar dan duduk di peron. Biasa, menikmati kroncong tempo dulu. Distasiun tawang kita biasa di hibur dengan music keroncong yang merupakan satu lagi terobosan dari pihak manajemn KAI. Di suguhin music tradisional, lengkap. Jadi, ngopi, makan gorengang, jagongan ngobrolin kerjaan, dengan back sound keroncong. Wuuihh sebuah suasana yang romatik nostalgia.

Kereta tepat waktu, jam 8.15 masuk jalur 1. 15 menit lagi langsung berangkat. Kami pun berjalan ke gerbong dan pastinya saya akan melanjutkan tidur mencicil lagi kekurangan tidur di atas kereta. Begitu naik gerbong, petugas menunjuk kana rah, bapak di kelas bisnis, ini kelas eksekutif pak. Gerbong bapak masih terus lagi nomor dua dari belakang. Kamipun berjalan menuju titik yang ditunjuk dan begitu naik gerbong 2, saya memperhatikan kok ngak pake AC.

Saya pun bertanya, lho kok bisnis ngak pake AC pak, kepada petugas kereta. Oh, yg pakai AC di kelas eksekutif. Waduh, tepok jidat. Di kepala saya status “bisnis” itu lebih tinggi dari status “eksekutif”. Seperti arti kata bisnis di pesawat, atau “eksekutif” di kamar hotel lebih rendah di banding “business suit”. Inilah yang saya katakana tadi, kebodohan. Ini adalah sebenarnya bentuk tegoran, self critic karena biasa di layani, sekali melayani diri sendiri begini, ngak hati-hati. Staf saya yang ikut dengan saya pastinya ngak berani komentar diam saja dan saya tau dia bĂȘte banget dengan kebodohan saya tersebut. namun dengan sekali lagi ..saya mencoba menjaga kewibaan denga berkata..gini mas, entar kita main saja dengan kondektur. Kita bayar dia untuk pindah ke kelas eksekutif. Terlihat wajahnya sedikit ceria ketika saya mengatakan kita akan “membayar” di atas gerbong.

Kereta bergerak memutar roda besi perlahan lahan hingga top speednya. Dan seperti rutinitas, petugas mengecek tiket menanyakan dan memeriksa tiket penumpang satu persatu. Bagi saya yang sudah kegerahan karena mentari pagi jam 9 yang cukup menyengat sangat terasa menembus gorden tipis tepat di bangku saya, menunggu petugas tiket menjadi hal yang melelahkan. Ketika sang petugas tepat berada di depan saya, sambil menyodorkan tiket saya bertanya dengan penuh harap. Apa bisa kami menaikan status tiket dari bisnis ke eksekutif? Berapa kami harus byar?

Di jawab sambil senyum sopan, petugas tiket berkata..maaf pak, manajemen sekarang tidak ada transaksi di gerbong untuk tiket. Semua ada di konter di darat maaf kami tidak bisa membantu.
Saya pun terdiam. Saya mengangguk menyetujui dan mengerti namun dalam hati saya mengatakan tidak akan menyerah. Kalau jalur resmi tidak bisa maka saya akan pakai “ jalur tidak resmi” jalur biasanya “orang taat sama duit”, jalur nyogok. Saya lihat lihat siapa kira-kira secara gerak tubuh adalah orang yang tepat melakukan hal itu. Salah satu petugas tertinggi di kereta ini pasti ada, atau petugas keamanan, security. Di sudut mata yang lain saya melihat staf saya yang juga kegerahan mencoba menikmati perjalanan dengan berusaha tidur. Namun saya yakin dia menggerutu dalam hati.

Saya yang jupa sudah ke gerahan karena menggunakan baju resmi rapih pun mendekat seseorang yang saya anggap punya pengaruh di kereta. Saya mengatakan, pak saya perlu sekali untuk bisa pindah keruanagn ber AC karena tadi salah beli tiket. “ Tolong cari bangku kosong di gerbong eksekutif nanti kita atur-atur biayanya pak?!”

Lalu dia celingukan, dan membawa saya ke tempat yang agak sepi supaya penumpang lain tidak dengar pasti maksudnya. Posisi itu adalah berdiri di antara dua gerbong. Ini pengalaman dulu semasa kecil menikmati berdiri diantara sambungan gerbong, sekarang kami pakai untuk negosiasi.

Wajah petugas terlihat serius, dan saya merasa, he is the man. Ini lah orang yangtepat yang bisa mengatur maksud saya. lalu dia berkata, begini pak. Saya mengerti maksud bapak namun saya harus mohon maaf hal itu tidak bisa saya lakukan karena semua sistem sudahkomputerize. Memnag mungkin ada bangku kosong namun kalo di pemberhentian selanjutnya atau di gerbong selanjutnya ada orang. Maka bapak mempermalukan diri sendiri malah pindah-pindah lagi. Saya atau kami tidak tau bangku mana yang kosong, benar-benar kosong samapi tujuan di Surabaya. Sebaiknya bapak menikmati perjalan ini saja toh sudah dekat.

Duh, perut saya terasa di tonjok. Saya sebel di skak mat seperti ini. Sambil menggerutu dalam hati saya jalan ke bangku saya. kemudian merebahkan badan dengan keras sehingga membangunkan staff saya di samping. Dia berkata, ngak bisa ya pak. Saya hanya mengangguk. Sudah pak istirahat saja, perjalanan masih panjang, pekerjaan masih banyak hemat dan kumpulin tenaga saja. Kata-kata tadi tidak saya kmentari. Yang ada saya usahakan mengendalikan perasaan dan pikiran.

Pengalaman tadi menunjukan banyak hal, inilah sebenar-benarnya manajemen perusahaan yang baik dan KAI sudah menjalankan dengan baik, salut sekali. Juga attitude dari pegawai yang di tunjukan oleh lebih dari satu orang, mereka tidak terbeli oleh uang. Saya belajar banyak sekali, saya merindukan staf, manajemen organisasi saya seperti ini. Taat pada sistem. Peristiwa kemarin, asli merubah PARADIGMA saya. Saya pun melamun dan membuat beberapa tulisan dan coretan stategi manajemen seperti di terapkan di KAI iniakan saya tiru di organisasi saya. dan saya membayangkan, kalau saja semua putra bangsa ber –attitude seperti petugas kereta api, aman pasti Negara ini, semoga!..Salam salut untuk KAI. (Copas dari Bahtiar Umar).


Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Minggu, 24 Februari 2013

Mekanisme mengurus E-KTP


Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya mencangkan program e-KTP atau KTP elektronik sebagai pengganti KTP (kartu tanda penduduk) yang telah ada. Namun apa pengertian dari e-KTP itu sendiri? e-KTP adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan / pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional.
PendudukK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup
Nomor NIK yang ada di e-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya (Pasal 13 UU No. 23 Tahun 2006 tentang Adminduk)
Penggunaan sidik jari e-KTP lebih canggih dari yang selama ini telah diterapkan untuk SIM (Surat Izin Mengemudi). Sidik jari tidak sekedar dicetak dalam bentuk gambar (format jpeg) seperti di SIM, tetapi juga dapat dikenali melalui chip yang terpasang di kartu. Data*yang disimpan di kartu tersebut telah dienkripsi dengan algoritma kriptografi tertentu. Proses pengambilan sidik jari dari penduduk sampai dapat dikenali dari chip kartu adalah sebagai berikut:
Sidik jari yang direkam dari setiap wajib KTP adalah seluruh jari (berjumlah sepuluh), tetapi yang dimasukkan datanya dalam chip hanya dua jari, yaitu jempol dan telunjuk kanan. Sidik jari dipilih sebagai autentikasi untuk e-KTP karena alasan berikut:
1. Biaya paling murah, lebih ekonomis daripada biometrik yang lain
2. Bentuk dapat dijaga tidak berubah karena gurat-gurat sidik jari akan kembali ke bentuk semula walaupun kulit tergores
3. Unik, tidak ada kemungkinan sama walaupun orang kembar

Selain tujuan yang hendak dicapai, manfaat e-KTP diharapkan dapat dirasakan sebagai berikut:
1. Identitas jati diri tunggal
2. Tidak dapat dipalsukan
3. Tidak dapat digandakan
4. Dapat dipakai sebagai kartu suara dalam pemilu atau pilkada

Tata Cara Membuat e-KTP :
Sebelum mengurus pembuatan e-KTP kita Harus memenuhi persyaratan berikut:
1. Berusia 17 tahun atau lebih.
2. Menunjukan surat pengantar.
3. Mengisi formulir F1.01
4. Foto Kopi Kartu Keluarga.
5. Proses pembuatan E-KTP.
a. Penduduk datang ketempat pelayanan membawa surat panggilan.
b. Pemohon mengambil no antrean.
c. Pemohon menunggu pemanggilan nomor antrean.
d. Pemohon menuju keloket yang telah ditentukan.
e. Petugas melakukan verifikasi data penduduk dengan database.
f. Petugas mengambil foto pemohon secara langsung.
g. Pemohon membubuhkan tandatangan pada alat perekam tandatangan.
h. Selanjutnya dilakukan perekaman sidik jari dan scan retina mata.
i. Petugas membubuhkan tandatangan dan stempel pada surat panggilan yang sekaligus sebagai bukti bahwa penduduk telah melakukan perekaman foto,tanda tangan dan sidik jari.
j. Pemohon dipersilahkan pulang untuk menunggu hasil.

Proses pencetakan e-KTP palng lambat 2 minggu setelah pembuatan.


Sumber : depdagri.go.id
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Jumat, 22 Februari 2013

Kanker Serviks


Kanker Serviks – Kanker ini biasa juga di sebut kanker leher rahim, atau kanker mulut rahim. Kanker ini merupakan kanker yang menyerang kaum wanita. Dari seluruh penderita kanker di Indonesia, sepertiganya adalah penderita kanker serviks. Kanker ini memang merupakan pembunuh wanita yang menakutkan.

Apakah sebenarnya kanker serviks? kanker leher rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Serviks merupakan bagian rahim yang berhubungan dengan vagina.





Kanker serviks merupakan kanker nomor dua yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia. Dan juga merupakan kanker kedua yang paling sering menyebabkan kematian. Di Indonesia sendiri, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kenker serviks dan 20 perempuan meninggal dunia karena penyakit mengerikan tersebut.

Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda. Penyebab dari kanker ini adalah virus yang dikenal sebagai Human papilloma virus (HPV), yaitu sejenis virus yang menyerang manusia.

Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Namun, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

Sering kali kanker serviks tidak menimbulkan gejala. Namun bila sudah berkembang menjadi kanker serviks, barulah muncul gejala-gejala seperti pendarahan serta keputihan pada vagina yang tidak normal, sakit saat buang air kecil dan rasa sakit saat berhubungan seksual. HPV dapat menginfeksi semua orang karena HPV dapat menyebar melalui hubungan seksual. Wanita yang berhubungan seksual dibawah usia 20 tahun serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena infeksi.

Saat ini kanker serviks dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Langkah ini dapat membantu memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan masalah dan komplikasi seperti kanker serviks dan genital warts. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada perempuan muda sedini mungkin, karena tingkat imunisasi tubuh serta pertumbuhan dan reproduksi sel di area serviks masih sangat baik.

Penemuan dari penelitian yang diberikan oleh para ahli kesehatan menunjukkan bahwa vaksin yang menggunakan AS04 memperlihatkan antibodi yang tinggi terhadap HPV tipe 16 dan 18 (yang bertanggung jawab akan lebih 70% kanker serviks di dunia), pada perempuan yang divaksinasi dengan rentang usia yang luas 10 tahun hingga 55 tahun dan 100% perlindungan selama 5,5 tahun terhadap HPV tipe 16 dan 18 yang berhubungan dengan lesi prakanker yang mengarah pada kanker serviks.

metode deteksi dini sebagai upaya mencegah kanker serviks. Melalui vaksinasi semakin besar kesempatan disembuhkannya penyakit ini dan semakin besar kemungkinan untuk menekan angka kasus kanker serviks yang mengancam kaum perempuan. Untuk itu, segera hubungi dokter anda untuk membantu pencegahan kanker serviks.

AWAS BAHAYA PEMBALUT WANITA !!!

Cara Pengujian Kualitas Pembalut:

1. Sobek produk pembalut anda, ambil bagian inti di dalamnya.
2. Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas.
3. Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut & celupkan ke dalam gelas, aduk dengan sumpit.
4. Lihat perubahan warna air.
5. Apakah produk tersebut utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti anda menggunakan produk yang berkualitas buruk dan banyak mengandung pemutih.
6.Anda akan temukan gulungan kertas dan bukan kapas
7. Dari produk yang berkualitas buruk ? tersebut mengandung dioksin yang sering menyebabkan bagian intim organ kewanitaan selalu mengalami banyak masalah, seperti keputihan, gatal-gatal, iritasi, juga pemicu terjadinya kanker serviks.

Artikel Terkait
Solusi mencegah Kanker Serviks klik

Wilayah Malang Raya hub 0341-7768030 untuk sosialisasi gratis mencegah kangker serviks dan SOLUSINYA

Sumber artikel :  http://pembalutwanita..com/
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share on Facebook

Labels

Agama (31) Alamat (3) Arema (4) Artikel (209) Artis (15) Bencana (17) Berita (239) Bisnis (30) Budaya (49) Budha (3) Cerita Motivasi (20) Desa (6) E-Taiment (5) Ekonomi (9) Elektronik (7) English (2) Foto (15) Gaya Hidup (6) Hari Besar (12) Hindu (3) Hobi (2) Hukum (19) Humor (21) Ilmu (13) Info (249) Infotaimen (21) Internasional (38) Internet (31) Islam (13) Jatim (25) Kab. Malang (61) Karikatur (2) Kata Bijak (5) Kec. Kepanjen (23) Kecantikan (3) Kejawen (1) Kepanjen (10) Kesehatan (50) komentar (2) Komputer (6) Kristen (2) Kuliner (7) Lain-lain (143) Luar Negeri (42) Malang Raya (38) Masakan (6) Music (5) Nasional (225) Olah Raga (69) Opini (2) Otomotiv (16) PDI Perjuangan (10) Pemerintahan (1) Pemilu (7) Penting (3) Permainan (6) Peta (4) Pilbup (7) pnpm (3) Polisi (1) Politik (36) Profil (1) Sejarah (2) sepak bola (3) ser (1) Serba 7 (52) Team (1) Tekno Tepat Guna (20) Teknologi (38) Tips (14) TNI (1) Tokoh (16) Tradisional (4) Trasnsportasi (17) Video (5) Wanita (2) Wisata (22)

geovisite