Selasa, 15 Oktober 2013

SEPAKBOLA, Selasa 15 - 17 Oktober 2013


Jadwal TV tercantum dalam Waktu Indonesia Barat (WIB). Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
ANTV
[ANTV]

Selasa, 15 Oktober
23:30 Portugal vs Luksemburg



RCTI
[RCTI]

Rabu, 16 Oktober

01:30 Turki vs Belanda



SCTV
[SCTV]

Selasa, 15 Oktober
19:00 Indonesia vs Cina



TV One
[TV One]
Rabu, 16 Oktober
02:00 Bulgaria vs Ceko




[beIN Sport 3 hanya tersedia di Orange TV & Nexmedia]
 [beIN Sport 1&2 juga tersedia di Firstmedia & Big TV]

Selasa, 15 Oktober
06:40 [beIN Sport 1] Brasil vs Zambia

Rabu, 16 Oktober
01:40 [beIN Sport 1] Swedia vs Jerman
01:40 [beIN Sport 2] Italia vs Armenia
06:25 [beIN Sport 1] Uruguay vs Argentina
06:25 [beIN Sport 2] Cili vs Ekuador
09:10 [beIN Sport 1] Peru vs Bolivia

Sumber artikel :http://www.goal.com/id-ID/news/2835/jadwal-televisi/2013/10/14/4331645/jadwal-15-17-oktober-2013?ICID=SP
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

7 Hakim Pembawa Perubahan (2)

Berikut nama-nama Hakim-Hakim yang membawa perubahan di Indonesia, Hakim-Hakim pendobrak yang membuat terobosan hukum. Hakim-Hakim yang membawa perubahan yang baik dalam peradilan di Indonesia

- Artidjo Alkostar

Siapa hakim Mahkamah Agung ("MA") yang paling ditakuti oleh koruptor? Bila ada survey mengenai hal ini, mungkin nama Artidjo Alkostar adalah salah satu yang berada di posisi teratas.

Pria yang mengawali karier hukumnya di Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta ini memang terkenal tak mau kompromi dalam perkara kasus korupsi. Hampir tak ada catatan terdakwa kasus korupsi bisa bebas ditangannya. Artidjo memang patut disebut sebagai “kuburannya” para koruptor.

Kiprahnya dikenal karena berani menyatakan berbeda pendapat dengan anggota majelis hakim yang lain pada perkara mantan Presiden Soeharto dan skandal Bank Bali terdakwa Joko Tjandra. Meski dua hakim agung membebaskan Joko Tjandra di tingkat kasasi, dia berani berbeda pendapat (dissenting opinion).

Kala itu, dissenting opinion (berbeda pendapat) belum terlalu dikenal dalam putusan MA. Namun, Artidjo berani menyatakan sikapnya. Walau kalah ‘suara’ dengan mayoritas anggota majelis, setidaknya pendapatnya bisa didengar oleh publik.

"Ya, dengan begitu orang tidak selalu menganggap saya sebagai pecundang, ha-ha-ha.... Karena, paling tidak pendapat saya ada yang mendukung. Mosok, dari dulu jadi pecundang terus. Sebagai pengacara, saya sering kalah, karena tidak mau menyuap hakim dan jaksa," ujarnya kepada Kompas. (Sumber: http://www.library.ohiou.edu/indopub...7/07/0021.html)

Artidjo juga dikenal paling anti membicarakan perkara yang sedang ditanganinya oleh orang lain. Ini untuk meminimalisir suap. Ia bahkan tak segan-segan mengusir tamu yang melanggar ‘pantangannya’ ini.

Saat ini, Artidjo menjabat sebagai Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA). Ia menggelar diskusi rutin antar hakim di kamar pidana untuk menyamakan persepsi. Uniknya, diskusi ini dilakukan secara terbuka dengan mengundang wartawan, kebiasaan yang sebelumnya jarang dilakukan di MA yang kerap dianggap sebagai “tempat yang gelap”. 


Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Jumat, 11 Oktober 2013

7 TOKOH SEJARAH DUNIA YANG MATI KONYOL (6) dari 7

Sejarah banyak membuktikan aksi-aksi heroik pahlawan berujung dengan kematian yang membanggakan. Dan itulah yang banyak kita ketahui hingga kini. Tetapi, ternyata sejarah juga mencatat bahwa ada beberapa kisah ksatria yang justru berakhir dengan memalukan, bahkan benar-benar memalukan.

Tentunya mereka tidak ingin kematian mereka dikenang untuk dicatat dalam sejarah. Berikut adalah  para ksatria yang mati dengan cara yang konyol dan memalukan

6. Kaisar Mughal Humayun
Kaisar Mughal Humayun adalah penguasa agung yang memerintah Afghanistan, Pakistan, dan bagian utara India dari 1530-1540 dan 1555-1556. Dia adalah seorang pecinta seni dan astronomi. Namun, ia juga sangat religius dan inilah yang menyebabkan ia jatuh (benar-benar terjatuh).

Ketika ia membawa buku dari perpustakaan, Humayun mendengar panggilan doa. Kebiasaannya adalah menumpu-kan satu lutut ketika mendengar panggilan doa kapan pun dan di mana pun ia berada. dan ketika ia menekuk lutut, kakinya tersandung dalam lipatan jubah panjang.

Dia kebetulan sedang berdiri di atas sebuah tangga kecil. Humayun jatuh dari tangga dan kepalanya terbentur hingga tewas seketika.

1. Empedokles
2. Pyrrhus Epirus
3. Eleazar Maccabeus
4. Humphrey de Bohun
5. King Edward II
6. Kaisar Mughal Humayun
7. Julien Offray de La Mettrie

Sumber artikel :kaskus
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check

Selasa, 08 Oktober 2013

7 Hakim Pembawa Perubahan (1)

Berikut nama-nama Hakim-Hakim yang membawa perubahan di Indonesia, Hakim-Hakim pendobrak yang membuat terobosan hukum. Hakim-Hakim yang membawa perubahan yang baik dalam peradilan di Indonesia

- Albertina Ho
Hakim kelahiran Dobo, Maluku Tenggara dikenal sebagai hakim yang tegas dan kritis. Pertanyaan2 yang ia lontarkan sering membuat terdakwa dan saksi gelagapan. Wajahnya makin sering nongol di media setelah menyidangkan perkara Gayus Tambunan dan jaksa Cirus Sinaga kala bertugas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Selepas dari PN Jakarta Selatan, Albertina dipindah ke Pengadilan Negeri Sungailiat, Bangka Belitung. Banyak pihak yang menilai pemindahan itu adalah bentuk demosi alias penghukuman. Soalnya, ada penurunan kelas dari PN Jakarta Selatan ke PN Sungailiat, yaitu dari IA ke IIB. Tapi Mahkamah Agung membantah penilaian itu sambil menyatakan bahwa pemindahan Albertina ke pengadilan yang kelasnya lebih rendah adalah bentuk uji kepemimpinan.

Albertina meraih gelar sarjana hukum dari FH UGM Yogyakarta dan magister dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Beberapa pelatihan dan seminar juga diikuti Albertina di dalam maupun di luar negeri. Terakhir, ia dikirim oleh Komisi Yudisial ke Turki bersama belasan hakim dan jaksa lainnya untuk mengikuti pelatihan anti korupsi dan pencucian uang.



Sumber artikel :
Pesan moral artikel :


Kontributor Artikel & lamp; Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

click for tour in Malang Regency

Check
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share on Facebook

Labels

Agama (31) Alamat (3) Arema (4) Artikel (209) Artis (15) Bencana (17) Berita (239) Bisnis (30) Budaya (49) Budha (3) Cerita Motivasi (20) Desa (6) E-Taiment (5) Ekonomi (9) Elektronik (7) English (2) Foto (15) Gaya Hidup (6) Hari Besar (12) Hindu (3) Hobi (2) Hukum (19) Humor (21) Ilmu (13) Info (249) Infotaimen (21) Internasional (38) Internet (31) Islam (13) Jatim (25) Kab. Malang (61) Karikatur (2) Kata Bijak (5) Kec. Kepanjen (23) Kecantikan (3) Kejawen (1) Kepanjen (10) Kesehatan (50) komentar (2) Komputer (6) Kristen (2) Kuliner (7) Lain-lain (143) Luar Negeri (42) Malang Raya (38) Masakan (6) Music (5) Nasional (225) Olah Raga (69) Opini (2) Otomotiv (16) PDI Perjuangan (10) Pemerintahan (1) Pemilu (7) Penting (3) Permainan (6) Peta (4) Pilbup (7) pnpm (3) Polisi (1) Politik (36) Profil (1) Sejarah (2) sepak bola (3) ser (1) Serba 7 (52) Team (1) Tekno Tepat Guna (20) Teknologi (38) Tips (14) TNI (1) Tokoh (16) Tradisional (4) Trasnsportasi (17) Video (5) Wanita (2) Wisata (22)

geovisite