Sabtu, 19 Desember 2009

Jatirejoyoso – Kab. Malang



Desa Jatirejoyoso berada di wilayah administratif Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Angka diare di desa ini tertinggi dibandingkan desa-desa lain di Kecamatan Kepanjen. Data itu dapat dilihat dari sensus harian penyakit (SHP) yang ada di Puskesmas Kepanjen.


Mekanisme SHP sebagai berikut. Bidan-bidan desa setiap hari menelpon atau memberi kabar ke puskesmas kecamatan tentang perkembangan penderita penyakit di wilayahnya. Data ini kemudian direkapitulasi oleh puskesmas. Yang disensus adalah penyakit menular, yaitu diare, kolera, tipus, cacar air, DHF, penyakit menular seksual, AIDS, hepatitis dan lainnya. SHP ini baru berjalan selama 2 tahun terakhir. Namun baru satu tahun terakhir ini berjalan lancar. Selain dilakukan bidan desa, sensus ini juga dilakukan oleh tenaga medis/paramedis swasta.

Dari catatan harian itulah diketahui bahwa angka diare di Desa Jatirejoyoso berada di tingkat yang paling tinggi dibandingkan desa yang lain. Kualitas diare yang diderita tidak terlampau parah. Artinya, belum ada kejadian luar biasa (KLB), atau pun sampai meninggal dunia. Selama ini, diare masih bisa ditangani sampai di tingkat puskesmas. Tidak sampai ke tingkat kabupaten, apalagi rumah sakit.

Bidan Astuti yang juga bidan desa Jatirejoyoso mengaku heran atas fakta tentang tingginya angka diare di desanya. “Mengapa di Jatirejoyoso tertinggi juga masih tanda tanya,” tutur Astuti. Namun, salah satu variabel penting yang dapat ditemui adalah perilaku sehari-hari warga terhadap air. Ada beberapa sumber air yang digunakan warga Jatirejoyoso. Masih sedikit warga Jatirejoyoso yang terjangkau oleh layanan PDAM Kabupaten Malang, sementara yang lain masih menggunakan sumur untuk kebutuhan masak dan minum. Sedangkan untuk aktivitas MCK, sebagian besar warga masih melakukan aktivitasnya di aliran irigasi yang mengalir melintasi desa mereka. Setiap pagi dan sore hari mereka “turun ke kali” untuk melakukan ritual hariannya itu. Yang cukup mengenaskan adalah kondisi air sungai yang berwarna coklat itu. Memang belum pernah dilakukan uji kualitas air di saluran irigasi tersebut, namun Bidan Astuti mensinyalir bahwa perilaku macam inilah yang potensial meningkatkan angka diare di desanya.

Meskipun bukan berasal dari desa ini, Astuti sudah cukup mengenal desa ini. Dia menginjakkan kaki di Desa Jatirejoyoso pertama kali ketika praktik lapangan saat masih sekolah perawat. Desa Jatirejoyoso adalah desa binaannya selama sembilan bulan. Segala upaya perbaikan tingkat kesehatan dilakukan bersama teman-temannya waktu itu, sampai sekarang. Namun selalu terhenti pada bagaimana melakukan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya tentang perilaku MCK di saluran irigasi.

Salah satu kendala menurut Astuti adalah keyakinan agama di masyarakat yang kuat. Dalam pandangan Islam, air mengalir kan tetap dianggap suci. Meskipun air itu sebenarnya sudah tidak layak lagi untuk MCK. Namun Astuti juga mempertanyakan nilai-nilai agama itu, “Jika memang agamanya kuat, mengapa membuka aurat di depan umum tidak dipermasalahkan.”

Senin, 07 Desember 2009

Coblosan Pilbup 5 Agustus

KEPANJEN - Kurang lebih delapan bulan lagi, masyarakat Kabupaten Malang akan memilih bupati periode 2010-2015. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang sudah menetapkan coblosan pemilihan bupati (pilbup) pada 5 Agustus 2010.

Waktu pencoblosan sengaja dipilih sebelum datangnya Ramadan. Salah satu latar belakangnya untuk menghindari pencampuran kepentingan ibadah puasa dengan politik. "Kalau tidak keliru, (waktu coblosan) seminggu sebelum puasa. Biar puasanya fokus ibadah, tidak tercampur kampanye dan dukung-mendukung," kata Umar Khayan, anggota panwaslu divisi anggaran, kemarin.

Menurut Umar, tidak ada peringatan khusus terkait pemilihan tanggal 5 Agustus itu. Dalam rapat pleno, muncul usulan pencoblosan tanggal 3, 4, dan 5 Agustus. Semuanya di luar bulan Ramadan. Setelah ditimbang-timbang, yang dipilih adalah 5 Agustus yang jatuh pada Kamis. "Ya disepakati tanggal lima saja. Tidak ada alasan lain," ujar Umar.

Untuk pengambilan jadwal Agustus, Ketua KPU Kabupaten Malang Abdul Holik menegaskan bahwa itu mengacu pada aturan penyelenggaraan pilkada. Dengan asumsi ada dua putaran, jadwal coblosan dihitung mundur dua bulan dari waktu berakhirnya masa jabatan Bupati Sujud Pribadi. Sesuai data KPU, Sujud akan lengser per 26 Oktober. "Dua putaran diasumsikan dua bulan. Kami mundurkan dua bulan dari Oktober, kan Agustus," ungkap dia.

Setelah menetapkan tanggal pencoblosan, KPU mudah menyusun tahapannya. Misalnya, pemberitahuan DPRD kepada bupati tentang berakhirnya masa jabatan dilakukan akhir Februari. Pendaftaran calon bupati-wabup sekitar Maret hingga April. Dan, kampanye diperkirakan Juli-Agustus. "Tanggal-tanggalnya masih kami rapatkan. Yang sudah pasti adalah tanggal coblosannya dulu," ucap anggota KPU asal Bantur itu.

Terkait dengan pendanaan pilbup, hingga kemarin belum ada keputusan jelas, apakah pasti di angka Rp 20,5 miliar atau tidak. Sebab, KPU belum menggelar rapat terakhir dengan dewan dan eksekutif dalam pembahasan RAPBD 2010. (yos/yn)

Sumber : Jawa Pos

Minggu, 06 Desember 2009

Kader PDIP Kabupaten Malang Terancam Pecah

Kader PDIP Kabupaten Malang Terancam Pecah

Malang - Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Malang terancam pecah bila Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, mengeluarkan rekomendasi calon bupati Malang yang tidak sesuai dengan pemenang konvensi partai ini.

Ketua Pusat Pengkajian Otonomi Daerah (PP Otoda) Universitas Brawijaya Malang, Ibnu Tricahyo, di Malang, Minggu, memperkirakan kader PDIP juga pecah bila penentuan bupati Malang tidak sesuai hasil Rapat Kerja Khusus (Rakercabsus) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP.

Selain dibayangi perpecahan bila DPP PDIP tidak konsisten merekomendasi
calon bupati pemenang konvensi, PDIP juga akan dianggap memiliki akuntabilitas rendah setelah kasus konvensi Calon Gubernur Jatim.

Ibnu menjelaskan, setiap parpol memiliki prosedur penjaringan calon kepala daerah. Namun di PDIP, memiliki karakter sentralistik, sehingga calon kepala daerah hasil konvensi tetap saja diputuskan oleh DPP PDIP.

"Seharusnya aturan seperti itu diubah dengan memberikan kepercayaan kepada daerah atau DPC dalam menentukan calon kepala daerah sehingga DPP tinggal menetapkan hasilnya," katanya.

Sistem paternalistik ini, akan berdampak pada melemahnya kepercayaan masyarakat sehingga tidak menambah perolehan suara di daerah.

"Perolehan suara partai ini hanya berasal dari pemilih fanatik dan tidak ada tambahan suara dari pemilih lainnya," katanya.

Sumber : ANTARANEWS

BERITA TERKAIT :
- Megawati Diminta Rekomendasi Pemenang Konvensi Cabup Malang
 - Hasil Rakercabsus Bukan Putusan Final

Lirik Posisi Ketum, Guruh Kumpulkan Pengurus


Minggu, 6 Desember 2009 | 10:24 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Kris R Mada

SURABAYA, KOMPAS.com - Guruh Soekarnoputra mengumpulkan Ketua dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan seluruh Jawa Timur di Ngawi, Minggu (6/12). Guruh tengah menggalang dukungan untuk pencalonannya sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan.

Ketua Tim pemenangan Guruh untuk wilayah Indonesia Timur Zainal Abidin menuturkan, Guruh sudah mendapat dukungan dari berbagai provinsi. Pertemuan di Ngawi diharapkan menambah jumlah pendukung Guruh. "Kader masih banyak menginginkan Keluarga Bung Karno memimpin PDI yang artinya tinggal Mbak Mega atau Mas Guruh. Saat menutup rakernas (Rapat Kerja Nasional), Mbak Mega meminta PDI memikirkan regenerasi," ujarnya di Surabaya, Minggu (6/12).

Pertimbangan dua hal itu membuat sejumlah daerah mendukung Guruh. Apalagi, Guruh bukan orang baru di PDI-P. "Mas Guruh sudah mewakili PDI di DPR selama lima periode," ujarnya.

Zainal menuturkan, sejauh ini beberapa provinsi di Sulawesi dan Papua sudah menyatakan dukungan kepada Guruh. Mereka siap mewujudkan dukungan itu lewat keputusan di pleno. "Sesuai keputusan Rakernas November lalu, proses penetapan calon mulai Desember sampai Februari nanti," ujarnya.

Rapat Kerja Nasional PDI-P November 2009 menetapkan penjaring calon ketua dimulai pertengahan Desember 2009 hingga Februari 2010. Setiap cabang akan menetapkan calon akan yang akan diusung lewat rapat pleno. "Perwakilan di kongres nanti tinggal menyampaikan keputusan pleno. Bukan membawa pilihan sendiri. Mekanisme di PDI-P berbeda dengan partai lain. Di sini tidak ada istilah tilap suara yang diinginkan kader di bawah," ujarnya.

Sumber Kompas.com
Artiket terkait : Guruh: Megawati Kemungkinan Mundur

Kamis, 03 Desember 2009

Malang Tuan Rumah POR SD-MI

MALANG - Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Malang mendapat kehormatan untuk menggelar pekan olahraga (POR) SD-MI se-Jatim. Even itu akan dihelat pada 18-22 November mendatang. Kemarin, panitia dari Dispora Jatim melakukan koordinasi de­ngan Dispora Kabupaten Malang di Stadion Kan­juruhan, Kepanjen. "Koordinasi hari ini (ke­marin, Red) untuk memastikan venue dan penginapan," ujar Kadispora Kabupaten Malang Bambang Ismudjoko.

Dalam even ini akan dipertandingkan 11 cabor. Antara lain renang, silat, tenis meja, tenis la­pangan, senam, bulu tangkis, sepak takraw, pa­nahan, atletik, bola voli mini, dan catur. Me­dali yang diperebutkan adalah 124 emas, 126 perak, dan 138 perunggu.

Bambang mengatakan, untuk venue dan penginapan tidak ada masalah. Pihaknya sudah menyiapkan beberapa venue yang akan digunakan untuk even dua tahunan tersebut. Yakni Stadion Kanjuruhan, GOR Unggul, gedung Korpri, dan GOR Kedung Pendaringan, Kepanjen. Sedangkan untuk renang dan tenis lapa­ngan meminjam kolam renang di Stadion Gajayana Kota Malang.

Untuk penginapan, panpel lokal juga sudah menyiapkan beberapa hotel di sekitar Kepanjen. Tidak hanya itu, gedung 20 sekolah mulai SD-SMP-SMA yang ada di kawasan Kepanjen juga akan disulap menjadi penginapan. "Intinya, persiapan kami sudah mencapai 80 per­sen," terang Bambang.

Saat ini proses pendaftaran atlet sedang berlangsung. Selanjutnya akan dilakukan proses keabsahan dengan meneliti kelengkapan administrasi atlet. Kelengkapan administrasi ini di antaranya meliputi ijazah dan akta kelahiran atlet yang tanggal pembuatannya tidak boleh lebih dari 31 Desember 2008

sumber berita : http://dispora.jatimprov.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=136:malang-tuan-rumah-por-sd-mi&catid=44:berita-kegiatan-dispora&el_mcal_month=11&el_mcal_year=2007
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share on Facebook

Labels

Agama (31) Alamat (3) Arema (4) Artikel (209) Artis (15) Bencana (17) Berita (239) Bisnis (30) Budaya (49) Budha (3) Cerita Motivasi (20) Desa (6) E-Taiment (5) Ekonomi (9) Elektronik (7) English (2) Foto (15) Gaya Hidup (6) Hari Besar (12) Hindu (3) Hobi (2) Hukum (19) Humor (21) Ilmu (13) Info (249) Infotaimen (21) Internasional (38) Internet (31) Islam (13) Jatim (25) Kab. Malang (61) Karikatur (2) Kata Bijak (5) Kec. Kepanjen (23) Kecantikan (3) Kejawen (1) Kepanjen (10) Kesehatan (50) komentar (2) Komputer (6) Kristen (2) Kuliner (7) Lain-lain (143) Luar Negeri (42) Malang Raya (38) Masakan (6) Music (5) Nasional (225) Olah Raga (69) Opini (2) Otomotiv (16) PDI Perjuangan (10) Pemerintahan (1) Pemilu (7) Penting (3) Permainan (6) Peta (4) Pilbup (7) pnpm (3) Polisi (1) Politik (36) Profil (1) Sejarah (2) sepak bola (3) ser (1) Serba 7 (52) Team (1) Tekno Tepat Guna (20) Teknologi (38) Tips (14) TNI (1) Tokoh (16) Tradisional (4) Trasnsportasi (17) Video (5) Wanita (2) Wisata (22)

geovisite